Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendorong insan pers meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna memperkuat kualitas pemberitaan ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Capacity Building Sobat Media BI Bali 2026 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 1-3 Oktober 2026, dengan melibatkan jurnalis dari berbagai media di Bali.
Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas jurnalistik sekaligus mempererat kolaborasi antara BI dan media dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan ekonomi dan peran bank sentral kepada masyarakat.
Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Renold Asri, mengatakan dukungan media diperlukan agar pelaksanaan tugas dan kebijakan BI dapat dipahami masyarakat secara lebih luas.
“Kami menyadari bahwa tugas-tugas Bank Indonesia masih banyak yang belum dipahami secara detail oleh masyarakat luas. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi rekan-rekan media untuk terus mensosialisasikan peran bank sentral,” ujar Renold dalam kegiatan tersebut.
Salah satu materi utama yang diberikan dalam kegiatan itu adalah pemanfaatan AI dalam ruang redaksi, termasuk perubahan pola distribusi informasi dari pendekatan Search Engine Optimization (SEO) menuju Generative Engine Optimization (GEO).
Dalam pemaparan materi Perkembangan Teknologi dan Praktik Keredaksian, Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Emanuel Berkah Caesario menjelaskan perubahan teknologi telah menggeser cara masyarakat menemukan dan mengonsumsi informasi.
Menurut dia, media perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa meninggalkan esensi jurnalisme yang bertumpu pada pencarian fakta, verifikasi, pemberian konteks, independensi, dan tanggung jawab kepada publik.
“Kerja jurnalisme tetap kerja jurnalisme. Yang berubah hanya proses produksinya,” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang disampaikan.
Ia menjelaskan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan redaksi, mulai dari pemantauan isu dan media lain, penyusunan draf awal berita, transkripsi wawancara, analisis dokumen, hingga pengembangan produk pendukung seperti ringkasan SEO, kata kunci, infografik, dan pemeriksaan kesalahan penulisan.
Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai verifikasi oleh jurnalis sebelum informasi dipublikasikan.
Prinsip akurasi, verifikasi, transparansi, perlindungan privasi, independensi, dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam penggunaan AI di ruang redaksi.
Jurnalis tetap bertanggung jawab menggali narasumber primer, melakukan peliputan lapangan, menentukan sudut pandang pemberitaan, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks pemberitaan ekonomi, pendekatan tersebut dinilai penting agar informasi mengenai kebijakan moneter, perkembangan ekonomi daerah, sektor pariwisata, UMKM, dan sistem pembayaran digital tidak hanya cepat disampaikan, tetapi juga memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat.
Selain penguatan kompetensi jurnalistik, rangkaian kegiatan di IKN juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung perkembangan kawasan pusat pemerintahan baru Indonesia.
Para jurnalis mengunjungi kompleks perkantoran BI Nusantara atau Kawasan Perkantoran Bank Indonesia (KOPERBI), Kompleks Istana Kepresidenan, serta sejumlah fasilitas pendukung pembangunan IKN.
Kunjungan tersebut memberikan perspektif langsung mengenai perkembangan infrastruktur, fasilitas publik, dan kesiapan kawasan pemerintahan baru yang tengah dikembangkan dengan konsep kota cerdas dan berkelanjutan.
BI Bali berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi dengan media dalam menyampaikan informasi ekonomi yang kredibel, khususnya terkait isu strategis perekonomian Bali.
Sejumlah isu yang menjadi bahan diskusi kelompok, meliputi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, penguatan UMKM lokal, perluasan penggunaan QRIS lintas negara atau QRIS Cross Border, serta perkembangan ekonomi daerah.
Melalui peningkatan kapasitas jurnalistik dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, media diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan ekonomi yang tidak hanya mudah ditemukan melalui mesin pencari maupun platform berbasis AI, tetapi juga memiliki kedalaman informasi serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.