asiawebawards.com
  • 2026-08-07 21:36:02 +0000 UTC

    Aug 07, 2026

    BGN: Penerima manfaat MBG dapat pelayanan kesehatan optimal - ANTARA News Papua Tengah

    Jayapura (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh penerima manfaat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura, Papua mendapatkan penanganan kesehatan yang optimal.

    Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono dalam keterangannya di Jayapura, Jumat, mengatakan di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima.

    "Hari ini saya bersama Wakil Menteri Dalam Negeri telah meninjau langsung penanganan dugaan insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal sekaligus memperkuat langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan program," katanya.

    Menurut Trenggono, pihaknya juga meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien yaitu Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari.

    "Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis yang memadai, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penerima manfaat beserta keluarga," ujarnya.

    Dia menjelaskan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Papua telah membahas langkah-langkah penanganan kejadian, penguatan koordinasi lintas sektor, serta percepatan penanganan terhadap para penerima manfaat yang terdampak.

    "Kemudian kami mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional yang diterapkan dan memberhentikan operasional sementara (suspend)," katanya lagi.

    Dia menambahkan setelah melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang banyak sekali kekurangan sehingga pihaknya sudah memberikan teguran.

    "Kami juga menegur koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujarnya.

    Dia mengatakan evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

    Berdasarkan data hingga pukul 15.45 WIT tercatat sebanyak 219 penerima manfaat telah memperoleh penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

    Sebanyak 83 pasien dirawat di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 14 pasien di Puskesmas Sentani, dua pasien di Puskesmas Komba, satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan, empat pasien di RS Dok II Jayapura, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, dan 20 pasien di RS Dian Harapan.

    Dari jumlah tersebut, delapan pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara itu, tiga pasien dirujuk dari RSUD Yowari ke RS Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhan medis.

    BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.

    "Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," katanya.

    Dia mengatakan hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

    "Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan memastikan implementasi standar operasional berjalan secara konsisten di seluruh satuan pelayanan," katanya.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN pastikan penerima manfaat MBG dapat pelayanan kesehatan optimal

    Pewarta: Ardiles Leloltery
    Editor : Evarianus Supar

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-07 21:36:02 +0000 UTC