Ayu Rachmaningtyas

| 18 September 2026, 15:51 WIB

Bertemu DPM Malaysia, Gibran Ingin Kerja Sama Industri Halal Diperkuat hingga ke Tingkat ASEAN

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, bersama Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi.

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan Malaysia sebagai sahabat dekat dan mitra strategis Indonesia. Kedua negara juga memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama strategis, salah satunya di bidang industri halal.

"Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk Yang Mulia. Terima kasih sekali untuk kedatangannya. Malaysia adalah kawan dekat kami, mitra strategis kami," kata Gibrab, dikutip Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Sertifikasi Halal Restoran Segera Dimulai dari yang Siap

"Saya sangat senang dengan kedatangan Yang Mulia. Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini bisa lebih mempererat kerja sama dan juga membuka peluang-peluang baru yang nanti ke depan akan menguntungkan kedua negara," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, DPM Ahmad Zahid menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Wapres sekaligus menyampaikan salam dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

"Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas sambutan yang sangat hangat setiap kali saya berada di Indonesia. Dan saya ingin menyampaikan salam dari Yang Mulia Bapak Anwar Ibrahim," tuturnya.

Kedua pemimpin pun membahas penguatan kerja sama industri halal. Sebagaimana diketahui, kunjungan DPM Ahmad Zahid ke Indonesia merupakan tindak lanjut undangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menghadiri The 5th Summit of Halal 20 (H20).

Baca Juga: BPJPH Beberkan Sanksi bagi Produk Tak Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026: Peringan Tertulis hingga Ditarik dari Peredaran

DPM Ahmad Zahid menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar untuk bersama-sama memperluas pasar produk halal, baik di kedua negara maupun ke pasar global.

Salah satu langkah yang dibahas adalah penguatan saling pengakuan terhadap produk halal kedua negara, untuk mempermudah akses pasar produk Indonesia di Malaysia maupun produk Malaysia di Indonesia.

"Paling penting karena produk halal ini, di market, kebutuhan di dunia bernilai USD1,3 triliun. Besar. Dan tentunya, Indonesia dan Malaysia mempunyai market share untuk kita menawarkan produk-produk halal ke seluruh dunia," ujarnya.