Berawal dari Rebutan Beli Sarapan, Bentrokan Dua Kelompok di Menteng Tewaskan Satu Orang
Minggu, 26 Juli 2026 - 15:54 WIB
Jakarta, VIVA – Bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Baca Juga
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, awalnya terdapat dua korban yang dievakuasi dari lokasi dalam kondisi kritis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata Roby kepada wartawan, Minggu 26 Juli 2026.
Baca Juga
Roby menjelaskan, polisi menerima laporan mengenai keributan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, aparat langsung mendatangi lokasi dengan mengerahkan personel Brimob untuk mengendalikan situasi.
Selain membawa dua korban ke RSCM, polisi juga mengamankan delapan orang yang diduga terlibat bentrokan. Mereka terdiri atas enam orang dari kelompok warga setempat dan dua orang dari kelompok lawan. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan di Polsek Menteng.
Baca Juga
"Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan dipicu persoalan sepele saat salah seorang dari kelompok luar hendak membeli sarapan. Diduga karena merasa tidak mendapat pelayanan yang diinginkan, orang tersebut memacu kendaraannya lalu meninggalkan lokasi.
Tak lama kemudian, ia kembali bersama sejumlah rekannya dan merusak gerobak penjual nasi uduk yang menjadi tempat kejadian awal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujar Roby.
Aksi perusakan itu kemudian memicu reaksi warga sekitar. Mereka melakukan perlawanan terhadap kelompok tersebut hingga bentrokan tidak dapat dihindari.
Halaman Selanjutnya
"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," imbuhnya.