Berapa langkah per hari yang ideal untuk kesehatan?
Jakarta (ANTARA) - Berjalan kaki merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan oleh hampir semua orang. Meski sering dianggap sebagai aktivitas sehari-hari, berjalan kaki secara rutin ternyata memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan kebugaran tubuh hingga menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Tidak sedikit orang menjadikan target 10.000 langkah per hari sebagai acuan untuk menjaga kesehatan. Namun, apakah angka tersebut benar-benar menjadi jumlah langkah yang ideal bagi setiap orang?
Faktanya, tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah langkah kaki yang wajib dicapai setiap hari. Kebutuhan aktivitas fisik setiap individu dapat berbeda-beda, bergantung pada usia, kondisi kesehatan, tingkat kebugaran, hingga aktivitas harian yang dijalani.
Meski demikian, semakin aktif seseorang bergerak, semakin besar pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh. Oleh karena itu, berjalan kaki secara rutin tetap menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh.
Berikut penjelasan mengenai jumlah langkah kaki yang dianjurkan setiap hari beserta manfaatnya bagi kesehatan.
Apakah harus 10.000 langkah per hari?
Angka 10.000 langkah per hari telah lama dikenal sebagai target ideal untuk menjaga kesehatan. Target tersebut memang banyak direkomendasikan kepada orang dewasa karena dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik harian.
Namun, angka tersebut bukanlah standar mutlak yang harus dicapai oleh semua orang. Seseorang dengan usia lanjut, memiliki penyakit tertentu, atau baru mulai berolahraga tentu memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan individu yang aktif beraktivitas setiap hari.
Karena itu, target langkah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Yang terpenting adalah meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap dan konsisten.
Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaat kesehatan sudah dapat dirasakan meskipun jumlah langkah belum mencapai 10.000 per hari.
Baca juga: 7000 langkah sehari tekan risiko penyakit jantung hingga depresi
Baca juga: Warga Jakarta diajak jalan kaki 7.500 langkah sehari selama 21 hari
Kategori jumlah langkah menurut Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengelompokkan tingkat aktivitas seseorang berdasarkan jumlah langkah yang ditempuh setiap hari sebagai berikut:
- Kurang gerak: kurang dari 5.000 langkah per hari.
- Kurang aktif: 5.000 hingga 7.499 langkah per hari.
- Sedikit aktif: 7.500 hingga 9.999 langkah per hari.
- Aktif: 10.000 hingga 12.499 langkah per hari.
- Sangat aktif: 12.500 langkah atau lebih per hari.
Klasifikasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menilai tingkat aktivitas fisik sehari-hari sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kebiasaan bergerak secara bertahap.
Manfaat berjalan kaki bagi kesehatan
Berjalan kaki secara rutin memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Selain membantu meningkatkan kebugaran jasmani, aktivitas ini juga dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kekuatan otot, serta menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa berjalan kaki secara teratur berkaitan dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, memperbaiki komposisi tubuh, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis (well-being).
Karena termasuk olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, berjalan kaki juga relatif aman dilakukan oleh berbagai kelompok usia apabila disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Meskipun target 10.000 langkah cukup populer, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa manfaat berjalan kaki sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak seseorang menempuh sekitar 2.500 langkah setiap hari.
Artinya, setiap tambahan langkah yang dilakukan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan. Semakin banyak bergerak, risiko berbagai penyakit kronis juga cenderung semakin menurun.
Bagi seseorang yang sebelumnya kurang aktif, meningkatkan jumlah langkah secara bertahap akan jauh lebih efektif dibandingkan memaksakan diri langsung mencapai target 10.000 langkah.
Baca juga: Berjalan kaki dengan cepat kurangi risiko gangguan kognitif
Baca juga: Tak perlu olahraga berat, jalan kaki cukup guna jaga kebugaran
Baca juga: Pemakaian sepatu bukan penyebab telapak kaki bayi jadi datar
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.