Kami melihat industri Reksa Dana masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif, didukung oleh semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi reksa dana melalui kerja sama pemasaran produk investasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan seremoni di Jakarta, Senin, dengan BCA berperan sebagai agen penjual efek reksa dana untuk memperluas pilihan investasi masyarakat.
"Kami melihat industri Reksa Dana masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif, didukung oleh semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi," kata Direktur Utama Sucor AM Upik Susiyawati dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Upik, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses investasi sekaligus menyediakan alternatif instrumen keuangan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah.
Melalui kerja sama itu, BCA memasarkan Sucorinvest Premium Sovereign Balanced Fund Kelas B (SPSBF-B), yakni reksa dana campuran yang dapat menempatkan dana investasi pada efek ekuitas, efek utang, dan instrumen pasar uang.
Karakteristik tersebut memungkinkan manajer investasi menyesuaikan komposisi portofolio berdasarkan kondisi pasar, dengan tetap mempertimbangkan tujuan investasi dan tingkat risiko yang melekat pada instrumen tersebut.
"Kami berharap, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri Reksa Dana. Tidak hanya dari sisi perluasan distribusi, tetapi juga dalam menghadirkan produk yang dapat melengkapi pilihan investasi nasabah," ujar Upik.
Sementara itu, Direktur BCA Haryanto T Budiman mengatakan semakin beragamnya kebutuhan finansial masyarakat menjadi pertimbangan perseroan dalam memperluas pilihan layanan investasi.
"Kami menyadari minat investasi masyarakat terus tumbuh positif dan BCA hadir untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Hadirnya produk Reksa Dana Sucor AM di BCA merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan alternatif investasi bagi masyarakat yang sesuai dengan profil dan tujuan finansialnya," kata Haryanto.
Layanan investasi tersebut tersedia secara daring melalui fitur aplikasi myBCA maupun secara luring melalui jaringan kantor cabang BCA yang melayani transaksi investasi.
Hingga akhir Juni 2026, BCA tercatat melayani 42 juta rekening nasabah dengan dukungan 1.272 kantor cabang, termasuk lebih dari 190 kantor cabang yang menyediakan layanan transaksi investasi.
Perluasan akses itu berlangsung seiring bertambahnya jumlah investor di pasar modal. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana mencapai 29.841.507 single investor identification (SID) hingga akhir Agustus 2026.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal secara keseluruhan mencapai 32,17 juta pada September 2026, bertambah 1,03 juta investor dibandingkan bulan sebelumnya atau meningkat 57,96 persen sejak awal tahun.
OJK juga melaporkan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sebesar Rp637,07 triliun pada September 2026, terkoreksi 2,42 persen dibandingkan Agustus, mencerminkan dinamika industri pengelolaan investasi di tengah pertumbuhan partisipasi investor.
Dengan semakin luasnya akses investasi, masyarakat perlu memahami karakteristik masing-masing instrumen serta menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan keuangan, mengingat nilai investasi reksa dana dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar.
Baca juga: BCA lanjut buyback 19-21 Oktober guna dukung stabilisasi pasar modal
Baca juga: Penyaluran kredit UKM BCA tumbuh 6,9 persen capai Rp134 T per Juli
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.