Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku mempercepat koordinasi penyaluran pupuk bersubsidi dan dukungan sarana produksi untuk mengejar target luas tambah tanam (LTT) di tengah ancaman El Nino yang berdampak pada sektor pertanian.
“Realisasi LTT periode Januari-September 2026 mencapai 14.723,19 hektare atau 54,19 persen dari target. Karena itu, diperlukan percepatan melalui kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan luas areal tanam dan mendukung program swasembada pangan,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Senin.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi LTT dan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Maluku yang berlangsung di Aula Gandaria BBRMP Maluku.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah dampak El Nino yang memicu kekeringan dan berpotensi menunda penanaman di sejumlah wilayah sentra pertanian, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Buru. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah mendorong optimalisasi pompa air, perbaikan jaringan irigasi, penyesuaian jadwal tanam, serta penggunaan varietas padi yang toleran terhadap kondisi kering.
Dari sisi dukungan benih, sebanyak 5.541 hektare benih padi gogo telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten. Namun, penanamannya masih menunggu curah hujan yang memadai agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
Sementara itu, ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang, tingkat distributor, dan titik serah di Maluku dilaporkan masih tersedia. Meski demikian, penyalurannya dinilai belum optimal sehingga perlu dipercepat agar dapat dimanfaatkan petani sesuai kebutuhan dan waktu tanam.
“Percepatan distribusi pupuk tersebut perlu disertai penguatan pendampingan kepada petani dan penyelesaian administrasi agar dukungan sarana produksi dapat tersalurkan tepat waktu,” ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor, BRMP Maluku berharap percepatan LTT dapat terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi iklim dan kesiapan sarana produksi di setiap wilayah, sehingga target tanam dapat tercapai dan produksi pangan daerah tetap terjaga.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.