BBPOM Palu fasilitasi vaksinasi HPV untuk cegah kanker serviks
BBPOM Palu fasilitasi vaksinasi HPV untuk cegah kanker serviks
Rabu, 5 Agustus 2026 11:43 WIB
Salah seorang peserta mengikuti vaksinasi HPV yang dilaksanakan Balai Besar POM Palu sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks di Palu, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palu, Sulawesi Tengah memfasilitasi vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum sebagai salah satu upaya mencegah risiko kanker serviks.
“Harapannya dengan adanya vaksinasi HPV ini, masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah dapat hidup sehat dan terhindar dari kanker serviks,” kata Kepala Balai Besar POM Palu Musthofa Anwari di Palu, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan tersebut bagian dari program “Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Masyarakat” yang dilaksanakan Badan POM bekerja sama dengan Korpri Pusat.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT Ke-25 BPOM, HUT Ke-54 Korpri, dan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Ia menjelaskan vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis dan perlu diikuti secara lengkap agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal. Dosis lanjutan diberikan dua bulan dan enam bulan setelah dosis pertama.
Dosis pertama telah diberikan pada Februari, dosis kedua pada April, sedangkan dosis ketiga sekaligus terakhir dilaksanakan pada Agustus 2026.
“Ini dosis ketiga. Di awal-awal tahun kemarin juga sudah dilaksanakan dua kali, dua dosis,” ujarnya.
Ia mengatakan vaksinasi HPV salah satu langkah promotif dan preventif untuk mengurangi risiko kanker serviks, khususnya pada perempuan.
Menurut dia, antusias masyarakat mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Namun, pihaknya membatasi jumlah peserta sebanyak 200 orang.
“Antusias dari masyarakat, baik ASN maupun umum, cukup tinggi. Namun kami batasi sampai 200 peserta,” katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi ini juga berkolaborasi bersama tenaga kesehatan dari Kimia Farma dan Puskesmas Singgani yang melibatkan dua dokter dan empat perawat. Puskesmas Singgani juga menyiapkan ambulans untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan medis.
Salah seorang peserta, Aryani (28), mengatakan kegiatan tersebut membantu masyarakat mendapatkan vaksin HPV dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Sebagai masyarakat kita terbantu dengan vaksin ini. Dari harganya juga terjangkau daripada kita vaksin sendiri di luar, seperti di rumah sakit,” katanya.
Peserta dikenakan biaya Rp290 ribu per dosis untuk mendapatkan vaksin HPV yang dinilai lebih terjangkau.
Ia mengaku telah mengikuti seluruh rangkaian vaksinasi HPV di BBPOM Palu, mulai dosis pertama hingga ketiga.
Menurut dia, vaksinasi HPV penting bagi perempuan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker serviks.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026