Tanjung (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat berkomitmen jalin kemitraan guna memperkuat kapasitas kehumasan dan informasi publik.
"Kami ingin membangun dialog dan sinergi yang lebih erat karena media tidak hanya memberikan informasi namun menjadi pengawal pengawasan demokrasi," kata Taberani saat silaturahmi ke Sekretariat PWI Tabalong, Kamis (17/9/2026)..
Selain membahas sinergi dengan media, ketua Bawaslu Tabalong bersama jajarannya juga berkomitmen untuk melakukan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan yang berlaku melalui pejabat pengelola informasi dan dokumentasi
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong, Agus Salim menambahkan komunikasi yang baik antara lembaga pengawas pemilu dengan media menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi pengawasan kepada masyarakat.
Daam kegiatan silaturahmi dan diskusi ini Ketua PWI Kabupaten Tabalong Nur Ali menyampaikan Bawaslu dan insan pers memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan informasi terkait pengawasan Pemilu dapat diterima masyarakat secara akurat dan objektif.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bawaslu membuka ruang komunikasi secara resmi dengan organisasi wartawan karena Bawaslu dan media adalah mitra sejajar," jelas Ali
Baginya kehumasan Bawaslu memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu Bawaslu dan insan pers memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan informasi terkait pengawasan Pemilu dapat diterima masyarakat secara akurat dan objektif.
Menurut Ali, Bawaslu Kabupaten Tabalong menjadi lembaga pertama yang datang dan membuka ruang diskusi bersama PWI Kabupaten Tabalong daam rangka pengelolaan kehumasan, peliputan, dan dokumentasi.
Baca juga: Sukseskan Pilkades 2026, DPMD Batola koordinasi ke KPU dan Bawaslu
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.