Batang perluas budi daya tanam padi biosalin
Batang perluas budi daya tanam padi biosalin
Senin, 10 Agustus 2026 22:09 WIB
Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang bersama petani dalam persiapan panen padi biosalin di Batang, Senin (10/8/2026). (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memperluas uji coba budi daya tanam padi biosalin di lahan terdampak sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah serta mendukung pencapaian target swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Rini Diana Anggiani di Batang, Senin, mengatakan bahwa budi daya varietas khusus ini menjadi solusi nyata untuk memulihkan produktivitas lahan-lahan marjinal yang terdampak rob.
"Untuk panen rencana lahan biosalin, kami ada salah satu lokasi di wilayah Desa Depok dengan luas lahan dua hektare. Ini adalah program pendampingan dari pemerintah daerah dalam upaya pemanfaatan lahan rob untuk penanaman padi salin," katanya.
Menurut dia, menanam padi di lahan minim air tawar memang menuntut perlakuan khusus dan skema budi daya yang presisi.
Selain perlu peranan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kata dia, nutrisi tambahan seperti pupuk Tasnim dan pengaturan irigasi menjadi kunci utama penopang tumbuh kembang tanaman padi biosalin.
"Meski proses perhitungannya masih dalam tahap ubinan, produktivitasnya diproyeksikan mampu menyentuh angka 5 ton hingga 6 ton padi per hektare dengan potensi maksimal mencapai 7 ton hingga 8 ton padi per hektare.
Selain di Desa Depok, ekspansi padi tahan asin hasil kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Perusahaan Gas Negara (PGN) ini juga tengah digarap di kawasan lahan rob Kasepuhan.
Petani Rianto mengaku betapa sulitnya bertani sebelum mengenal bibit unggul tahan salinitas ini.
"Dulu karena air asin, pakai bibit biasa sering tidak jadi (tumbuh) karena terlalu asin. Kalau pakai bibit ini agak lumayan, bisa tahan dan panen bagus," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.