Barantin hadir bukan untuk mempersulit, melainkan membentangkan karpet merah bagi pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) berupaya memperkuat akses pasar global bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pendampingan dan peningkatan pemahaman mengenai persyaratan ekspor, termasuk ketentuan karantina, ketertelusuran produk, serta standar yang ditetapkan negara tujuan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyampaikan upaya tersebut menjadi bagian dari peran Barantin dalam mendukung pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan perdagangan internasional, sekaligus memperluas peluang ekspor produk unggulan daerah.

“Barantin hadir bukan untuk mempersulit, melainkan membentangkan karpet merah bagi pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor,” ujar Karding dalam Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 di Jakarta, Jumat.

Menurut Karding, pendampingan diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami persyaratan teknis yang harus dipenuhi sebelum memasuki pasar internasional.

Ia menjelaskan salah satu tantangan yang kerap dihadapi UMKM adalah keterbatasan informasi mengenai persyaratan ekspor di negara tujuan. Guna mengatasi kendala tersebut, pihaknya menyediakan Klinik Ekspor Karantina di seluruh provinsi yang dapat dimanfaatkan calon eksportir untuk memperoleh konsultasi dan bimbingan teknis mengenai persyaratan karantina sebelum produk diberangkatkan.

“Jangan sampai pengusaha sudah memiliki produk, tetapi tidak tahu persyaratan untuk masuk ke negara tujuan. Di situlah karantina hadir memberikan pendampingan,” ujar Karding.

Baca juga: Barantin: Ekspor lima komoditas buah ke China ditaksir Rp5,94 triliun

Baca juga: Mendag: Pemenuhan standar internasional penting agar UMKM bisa ekspor

Pendampingan UMKM juga diperkuat melalui kerja sama Barantin dengan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada September 2026, kedua lembaga menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor menuju pasar global.

Barantin juga berencana memperluas kolaborasi dengan Kementerian Desa agar pendampingan ekspor dapat menjangkau pelaku usaha hingga wilayah pedesaan.

Selain memperluas akses pasar, Barantin juga mendorong pelindungan sumber daya hayati melalui edukasi dan pelibatan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan gratis terhadap 2.821 ekor hewan, pemberian 2.254 dosis vaksin rabies, serta edukasi di 16 kampus dan lima sekolah yang diikuti lebih dari 4.000 peserta.

Selain itu, sebagai tindak lanjut IQExpo 2026, Barantin bersama Kementerian UMKM dan perwakilan dari 38 provinsi menandatangani Deklarasi Perkarantinaan dan Pengembangan UMKM Ekspor.

Komitmen tersebut bertujuan memperkuat sistem perkarantinaan, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM Indonesia.

Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, pemahaman mengenai prosedur dan persyaratan karantina dapat membantu UMKM mengurangi hambatan perdagangan serta meningkatkan kesiapan produk untuk memasuki pasar ekspor.

Maman juga melihat peluang sinergi antara SAPA UMKM milik Kementerian UMKM dan BEST TRUST, sistem layanan karantina digital Barantin.

Sinergi tersebut diharapkan mempermudah akses pelaku UMKM terhadap informasi dan layanan karantina, sekaligus membantu mereka memenuhi ketentuan ekspor.

Baca juga: Barantin: Kelancaran perdagangan harus seiring dengan perlindungan

Baca juga: Kemendag-Barantin sinergi standardisasi untuk tingkatkan ekspor

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.