Pontianak (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan strategi mitigasi karhutla dalam tiga tahap untuk memperkuat pencegahan, pengendalian, hingga pengelolaan kawasan rawan secara berkelanjutan.
"Kami melakukan kaji cepat agar menjadi langkah awal untuk menyusun kebijakan pencegahan karhutla yang lebih terarah," kata Kepala Bapperida Kalimantan Barat Linda di Pontianak, Sabtu.
Linda mengatakan strategi tersebut disusun berdasarkan kaji cepat untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Pada tahap jangka pendek, katanya, pemerintah menyiapkan pemetaan lokasi pembangunan embung darurat dan sumur bor, pembangunan sekat kanal pada jaringan kanal yang telah tersedia, serta penguatan patroli terpadu dan sistem peringatan dini (early warning system).
Strategi jangka menengah diarahkan pada pembangunan sekat kanal dan embung di kawasan rawan karhutla. Pemerintah juga menyiapkan pembentukan desa mandiri gambut sebagai bagian dari pengelolaan ekosistem gambut.
Sementara dalam jangka panjang, mitigasi diarahkan pada revitalisasi kawasan, penguatan penegakan zonasi Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), serta penguatan kelembagaan berbasis masyarakat dan lingkungan.
Pemerintah juga akan memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan mengelola ekosistem gambut sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kebakaran secara berulang.
Selain mitigasi karhutla, Bapperida mengkaji penyediaan sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kalbar. Ketersediaan sumber air tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan penanganan karhutla saat musim kemarau.
Salah satu rencana yang dikaji yakni pemanfaatan lahan milik Pemprov Kalbar di kawasan Teluk Bakung, termasuk area Sport Center, untuk pembangunan waduk sebagai alternatif sumber air baku dan mendukung pengembangan infrastruktur air bersih.
Bapperida juga membahas rencana pengadaan lahan untuk perluasan Waduk Penepat di Kecamatan Kuala Mandor B, Desa Korek. Rencana tersebut berkaitan dengan dukungan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) kepada Pemerintah Kota Pontianak.
Rangkaian kebijakan tersebut menempatkan pengendalian karhutla dan penyediaan air baku dalam satu kerangka perencanaan. Ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi kemarau sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui strategi bertahap tersebut, Pemprov Kalbar mengarahkan penanganan karhutla tidak hanya pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga pada pencegahan dan pengelolaan kawasan rawan secara lebih terencana.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.