asiawebawards.com
  • 2026-07-30 13:10:35 +0000 UTC

    Jul 30, 2026

    Bapenda: Realisasi PAD Papua Barat semester I 2026 capai Rp163,08 miliar - ANTARA News Papua Tengah

    Manokwari (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Barat mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada semester I 2026 mencapai Rp163,08 miliar atau 25,27 persen dari total target tahunan yang telah ditetapkan dalam APBD sebesar Rp645,36 miliar.

    Kepala Bapenda Papua Barat M Bachri Yasin di Manokwari, Kamis, mengatakan capaian tersebut berasal dari empat komponen utama yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

    "Capaian ini menjadi modal awal yang baik, dan kami tentu akan bekerja secara optimal di semester kedua agar target tahunan bisa tercapai," kata Bachri.

    Ia menyebut kontribusi terbesar PAD bersumber dari pajak daerah dengan realisasi Rp99,92 miliar atau 61,27 persen, dan disusul penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 28,31 persen atau Rp46,16 miliar.

    Kemudian, retribusi daerah dengan andil 8,64 persen atau Rp14,08 miliar dari total penerimaan PAD sepanjang semester I 2026, dan komponen lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp2,90 miliar atau 1,78 persen.

    "Penerimaan pajak daerah sudah 55,08 persen dari target Rp181,41 miliar, sedangkan tiga komponen lainnya masih kurang dari 50 persen dan itu normal karena masih pertengahan tahun," ujarnya.

    Dari tujuh jenis pajak daerah, kata dia, penerimaan terbesar berasal dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dengan realisasi Rp57 miliar, diikuti pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp15,63 miliar, dan pajak rokok Rp14,18 miliar.

    Realisasi retribusi daerah telah mencapai 49,18 persen dari target Rp28,64 miliar yang disumbang oleh dua jenis, yaitu retribusi jasa umum Rp13,35 miliar seperti BLUD Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat, dan retribusi jasa usaha Rp733,20 juta.

    "Kami juga sedang menyiapkan sistem elektronik penyampaian informasi jatuh tempo pembayaran PKB melalui aplikasi WhatsApp untuk meningkatkan penerimaan," ujarnya.

    Kepala Bapenda Provinsi Papua Barat M Bachri Yasin ditemui awak media di Manokwari, Kamis (30/7/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking

    Ia kemudian berharap agar pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMD PT Padoma dilakukan dalam tahun ini karena berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

    Pemerintah provinsi menetapkan target penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan untuk periode 2026 sebanyak Rp396,40 miliar dan hingga semester I baru mencapai sekitar 11,68 persen.

    "Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ini targetnya paling tinggi dari semua komponen PAD. Salah satu potensinya itu dari kegiatan penjualan produksi minyak dan gas di Teluk Bintuni," kata Bachri.

    Selain itu, kata dia, langkah intensifikasi dan ekstensifikasi dalam mencapai target PAD 2026, antara lain mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi manajemen retribusi daerah terintegrasi (Samaria) bagi seluruh organisasi perangkat daerah.

    Pewarta: Fransiskus Salu Weking
    Editor : Evarianus Supar

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-30 13:10:35 +0000 UTC