Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menambah unit alat berat pada APBD perubahan 2026 untuk meningkatkan pelaksanaan program pembenahan aliran sungai sebagai upaya ketahanan banjir.
"Ini kita dalam proses penambahan unit alat berat untuk mendukung melakukan revitalisasi atau normalisasi sungai di kota kita," ujar Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Selasa.
Menurut dia, alat berat yang dibutuhkan excavator jenis amfibi yang saat ini baru ada satu unit dimiliki pemerintah kota selain ada beberapa unit excavator darat.
Pasalnya, target pemerintah kota tahun ini mencapai 100 titik sungai yang dilakukan normalisasi dan dibenahi dengan cara pengerukan dan pelebaran badan sungai, hingga memerlukan banyak alat berat.
"Saat musim kemarau ini kita tingkatkan kegiatan pengerukan dan pembersihan sungai, karena lebih mudah," ujarnya.
Yamin mengatakan, prioritas sungai yang dikeruk utamanya di daerah tampak terlihat seperti di jalan A Yani, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sutoyo dan lainnya.
Adapun beberapa sungai yang di wilayah pemukiman penduduk saat ini dibenahi adalah Sungai Pekapuran atau lebih dikenal Sungai Guring di Banjarmasin Tengah.
"Pengerjaan Sungai Pekapuran ini didukung Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin," ucapnya.
Yang juga menjadi konsen pengerukan dan pembersihan sungai adalah sungai disekitar Pulau Insan di Jalan Zapri Zamzam di Banjarmasin Tengah, juga didukung BWS Kalimantan III Banjarmasin.
Upaya tersebut diarahkan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai dan menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir yang lebih luas, termasuk pengelolaan muka air serta dukungan infrastruktur pengendalian banjir.
Bagi Banjarmasin, ujar Yamin, sungai bukan sekadar bagian dari lanskap kota. Sungai merupakan bagian penting dari sistem tata air sekaligus ruang hidup masyarakat.
Pewarta: Sukarli
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.