Jakarta (ANTARA) - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi memperkuat kekompakan perjalanan organisasi menjelang Jakarta menginjak usia 500 tahun pada 2027 mendatang.
"Banyak pekerjaan rumah kita ke depan. Bagaimana nantinya menghadapi Jakarta sebagai kota global dan yang paling penting tahun depan Jakarta akan berusia 500 tahun. Warga Betawi harus bisa memberikan kontribusi positif," kata Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad di Jakarta, Rabu.
Hal tersebut mengingat Bamus Betawi memasuki usia 44 tahun sekaligus menatap babak baru perjalanan organisasi selama lebih dari empat dekade.
"Selama 44 tahun ini kita bisa melewati berbagai dinamika dengan baik. Alhamdulillah, hari ini dibuktikan dengan kekompakan seluruh pengurus dan seluruh keluarga besar Betawi," ujar Riano.
Menurut Riano, tantangan Bamus Betawi ke depan tidak semakin ringan. Terlebih, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027.
Selain itu, Riano menilai kekompakan merupakan salah satu modal utama Bamus Betawi menghadapi perubahan tersebut.
"Kekompakan ini jangan hanya karena ada acara, kebersamaan ini harus terus kita pelihara. Kita harus terus menerima inspirasi, masukan, serta nasihat dari para orang tua dan tokoh Betawi," ucap Riano.
Lalu, Riano menyebut perjalanan ini perlu terus berbenah agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan kepentingan masyarakat Betawi tetap mendapat ruang dalam pembangunan Jakarta.
"Evaluasi sudah kita jalankan. Pengurus yang tidak aktif maupun yang kinerjanya kurang telah kita evaluasi. Kepengurusan struktural yang baru hasil evaluasi juga sudah disahkan," ucap Riano.
Apalagi, pelestarian budaya Betawi juga menjadi pekerjaan penting. Budaya Betawi dinilai harus terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang semakin terbuka.
Oleh karena itu, keberadaan lembaga adat dan kebudayaan dinilai penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan budaya Betawi.
Riano menyebut posisi Bamus Betawi juga sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 yang menempatkan Bamus Betawi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.
Riano juga menyinggung Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Menurut dia, regulasi tersebut menjadi salah satu landasan dalam penguatan budaya Betawi.
Lebih lanjut, Riano mengatakan momentum Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027 menjadi perhatian khusus Bamus Betawi.
Riano menilai perubahan posisi Jakarta sebagai kota global akan membawa dinamika baru. Masyarakat Betawi perlu memastikan diri tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berkontribusi dalam perkembangan kota.
Dia mendorong warga Betawi mengambil peran di berbagai bidang sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.
"Keberadaan masyarakat Betawi tidak hanya terlihat melalui simbol, tradisi, dan kesenian, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta. Saya tidak bisa bekerja sendiri, kerja kolektif tentunya akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa," ucap Riano.
Baca juga: Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi wadah tunggal kebetawian
Baca juga: Bamus Betawi siapkan program strategis sambut lima abad Jakarta
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.