Bakom: Presiden pantau erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik

Minggu, 6 September 2026 14:27 WIB

Image Print

Tangkapan layar - Kepala Bakom RI Muhammad Qoari dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau dipantau daring dari Jakarta, Minggu (6/9/2026) ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah terus memantau erupsi Gunung Anak Krakatau beserta dampaknya, termasuk sebaran abu vulkanik di wilayah sekitar.

"Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya," kata Qodari dalam konferensi pers pembaruan situasi terkini usai erupsi Gunung Anak Krakatau yang dipantau secara daring dari Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan lembaga terkait, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus memperbarui informasi mengenai kondisi terkini.

Baca juga: InJourney tutup penerbangan Bandara Soetta akibat erupsi Anak Krakatau

Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait juga terlibat dalam pemantauan serta penanganan dampak erupsi berdasarkan data dari lembaga teknis terkait.

Menurut Qodari, langkah mitigasi telah dilakukan, termasuk penyesuaian aktivitas transportasi sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak erupsi.

"Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama dari Bapak Presiden dan pemerintah," ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Qodari mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada selama hujan abu vulkanik masih terjadi.

Baca juga: Kemenhub minta kapal jaga jarak radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau

Sesuai imbauan Kementerian Kesehatan, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta menutup jendela dan kaca untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.

Selain itu, warga di wilayah terdampak diimbau menyediakan air bersih dan membersihkan wajah setelah kembali dari luar rumah.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menutup sementara empat bandara di Banten, Jakarta, dan Lampung akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.

Empat bandara tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup pada 02.08–09.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma pada 07.20–10.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung pada 04.18–10.00 WIB, serta Bandara Budiarto Curug pada 06.48–09.30 WIB.

Baca juga: AirNav perketat pemantauan udara atas erupsi Anak Krakatau

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo pantau erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026