Bakom imbau warga sekitar Gunung Anak Krakatau tetap waspada

Selasa, 8 September 2026 16:22 WIB

Image Print

Masyarakat melakukan penyeberangan di Pulau Sebesi yang berada dekat Gunung Anak Krakatau, di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026) ANTARA/HO-Bakom RI

Jakarta (ANTARA) - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan meski fase erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau tetap waspada dan tidak terpancing dengan informasi-informasi tanpa verifikasi di media sosial.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI Muhamad Hidayat dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan aktivitas masyarakat Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung tetap berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September lalu.

"Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau," ujar Hidayat di lokasi pada hari ini.

Ia mengatakan, tim juga sebelumnya melakukan pemantauan pada Senin malam dari Pulau Sebesi untuk melihat langsung perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau. Pulau itu sendiri merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, dengan jarak sekitar kurang lebih 20 kilometer dari gunung berapi aktif itu.

Menurut Hidayat, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berlangsung normal. Warga masih melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat setempat untuk tetap berwaspada, termasuk penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

"Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah," kata Hidayat.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

"Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Menurut Hidayat, informasi yang bersumber dari lembaga resmi harus menjadi rujukan masyarakat agar tidak muncul kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hidayat berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik dan masyarakat tetap terlindungi.

Hidayat menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak mendoakan situasi Gunung Anak Krakatau tetap kondusif dan masyarakat Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026