Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajukan tambahan 2.000 UMKM untuk mendapatkan Program Sertifikat Halal Gratis (Sehati), guna meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.
"Saat ini kuota Program Sehati sudah habis, sehingga kita kembali mengajukan penambahan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama," kata Kepala Diskop dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Arie Primajaya di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2026 mendapatkan kuota Program Sehati sebanyak 5.000 UMKM, sebagai upaya pemerintah dalam memperluas ekosistem produk halal serta mempercepat transformasi UMKM yang mampu bersaing secara berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan pasar dunia terhadap produk halal.
"Saat ini kuota Program Sehati ini sudah habis, karena animo pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal gratis ini sangat tinggi," ujarnya.
Ia menyatakan Diskop dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel telah berkoordinasi dengan BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menambah kuota Program Sehati tahun ini untuk membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikat halal ini.
"Insya Allah, BPJPH membuka kembali kuota Program Sehati ini untuk membantu UMKM di daerah ini," katanya.
Menurut dia, penambahan kuota Sehati ini tentunya sangat baik bagi pelaku UMKM untuk mengimplementasikan produk halal di Indonesia pada Oktober 2026.
"Saat ini, kita masih menunggu kabar baik dari BPJPH dan mudah-mudahan penambahan kuota Sehati bagi UMKM di Kepulauan Babel ini disetujui," katanya.
Ia menambahkan pemerintah pada Oktober tahun 2026 mewajibkan seluruh produk UMKM memiliki sertifikat halal dan ini menjadi strategi pemerintah dalam pengembangan bisnis, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk di pasar global.
"Sertifikasi halal ini dapat membangun rantai pasok yang sehat, transparan dan produktif sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.