Aurelio Vido, Siswa MAN IC Pekalongan raih prestasi di MTQ Nasional

Senin, 21 September 2026 13:06 WIB

Image Print

Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan Aurelio Vido Artharizky (kiri) berhasil mengukir prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah. ANTARA/HO-MAN ICP

Yogyakarta (ANTARA) - Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan, Aurelio Vido Artharizky, berhasil mengukir prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ia sukses menorehkan pencapaian tersebut saat memperkuat Kafilah Provinsi Jawa Tengah pada cabang musabaqah beregu Fahm Al-Qur’an Putera yang diselenggarakan pada 11–20 September 2026.

Cabang Fahm Al-Qur’an merupakan kategori beregu yang menguji pemahaman serta penguasaan peserta terhadap kandungan Al-Qur’an.

Capaian yang diraih Aurelio bersama timnya itu pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar MAN IC Pekalongan.

Plt. Kepala MAN IC Pekalongan, Panca Imam Gutama, menyampaikan apresiasi mendalam atas raihan prestasi di tingkat nasional tersebut.

“Selamat dan berkah atas raihan prestasi pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, semoga menjadi semangat untuk terus membumikan Al-Qur’an,” ujar Panca Imam Gutama.

Ia berharap hasil tersebut dapat menjadi bekal bagi Aurelio untuk tumbuh menjadi sosok pemimpin masa depan yang berwawasan sains dan agama.

Sementara itu, Aurelio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta motivasi selama berkompetisi.

“Terima kasih kepada tim, orang tua, pihak madrasah, dan pembimbing yang telah memberikan doa serta dukungan terbaik untuk kami,” ucap Aurelio.

Prestasi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MAN IC Pekalongan untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun keagamaan.

Menag Nasaruddin Umar dalam kesempatan terpisah mengatakan pada MTQ Tingkat Nasional XXXI tahun 2026 membuka ruang partisipasi bagi Teman Tuli melalui Eksibisi Disabilitas Tuli yang menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas akses masyarakat terhadap syiar dan layanan keagamaan yang inklusif.

“Al Quran adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al Quran,” ujar Menag.

Menag menilai penyelenggaraan MTQ tidak semata menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas syiar Al Quran, sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Penyelenggaraan eksibisi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas untuk memperoleh akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan.

Menag berharap semangat inklusivitas yang dibawa dalam MTQ Nasional tidak berhenti pada penyelenggaraan eksibisi, tetapi juga semakin menguat dalam pelayanan keagamaan sehari-hari.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026