Dian Eko Prasetio

| 22 September 2026, 21:53 WIB

Asian Games: Ubed Pastikan Semifinal di Partai Terakhir, Indonesia Selanjutnya Lawan Thailand

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah aka Ubed, saat tampil menghadapi wakil Malaysia, Eugene Ewe, pada partai terakhir perempat final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, tampil luar biasa sebagai pahlawan penentu kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Malaysia di babak perempat final nomor beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Hasil ini membawa tim bulutangkis putra Merah Putih mengunci tiket ke babak semifinal Asian Games Aichi-Nagoya usai menang dramatis 3-2 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026).

Pertarungan perempat final beregu putra bulutangkis Asian Games sengit bertajuk derbi serumpun ini berlangsung penuh tensi tinggi. Indonesia sempat tertinggal di partai pertama usai Jonatan Christie takluk dari Leong Jun Hao 22-20, 12-21, dan 17-21.

Merah Putih kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat kemenangan duet ganda Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (21-15, 19-21, 21-10) serta tunggal kedua Alwi Farhan yang membekuk Justin Hoh (21-19, 21-19).

Baca Juga: Asian Games: Indonesia Balikkan Keunggulan 2-1 Atas Malaysia Lewat Fajar/Fikri dan Alwi Farhan

Namun, Malaysia kembali memaksakan kedudukan imbang 2-2 di partai keempat. Pasangan ganda kedua Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, harus mengakui keunggulan ganda rakitan Aaron Chia/Tee Kai Wun lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-17, 16-21, dan 13-21.

Usai laga, Daniel Marthin memohon maaf atas kegagalan mereka menyumbang poin di partai keempat.

"Lawan bermain baik di gim kedua dan ketiga. Kami kalah start awalnya jadi terus tertekan dan mereka lebih percaya diri," kata Daniel.

Hal senada diungkapkan Leo yang menyebut duet Malaysia tampil lebih berani dalam memanfaatkan kondisi shuttlecock di lapangan.

"Mereka pernah berpasangan di Piala Thomas dan kami sudah mempelajarinya. Hanya hari ini memang mereka lebih masuk pola mainnya, lebih cocok dengan kondisi bola yang setelah dipakai reli menjadi lambat," kata Leo.

"Mereka lebih berani dalam pukulan-pukulannya, tadi sudah coba ngadu juga tapi belum berhasil. Kalau secara pola permainan, mereka tidak jauh berbeda dengan pasangan aslinya masing-masing."