AS Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tawar Perundingan
Bagikan:
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menuduh Iran berupaya menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
"Sangat jelas bahwa Iran, setidaknya sebagian pihak di negara itu, ingin menguasai Selat Hormuz dan menjadikannya sebagai alat tekan terhadap dunia," kata Rubio dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 20 Juli.
Rubio menilai sejumlah pihak di Iran ingin memanfaatkan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut sebagai alat pengaruh terhadap komunitas internasional.
Ia mengatakan Amerika Serikat akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan pelayaran global. Namun, menurut Rubio, negara-negara lain juga perlu berkontribusi, baik melalui dukungan pendanaan maupun kemampuan militer.
"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain juga harus meningkatkan kontribusi mereka, baik berupa peralatan maupun dukungan keuangan, untuk membantu memikul tanggung jawab itu," ujarnya.
BACA JUGA:
Meski demikian, menurut Rubio, Washington tetap terbuka untuk mencapai penyelesaian diplomatik dengan Iran.
Namun, ia memperingatkan jika jalur diplomasi gagal, situasi tidak akan menguntungkan bagi Teheran.
Menurut Rubio, pemerintah Iran telah mengirimkan sinyal mereka ingin kembali berdialog dengan Amerika Serikat.
Sementara itu, mengenai tewasnya seorang tentara AS di Irak pada Sabtu, Rubio mengatakan insiden itu merupakan kecelakaan saat proses peledakan terkendali terhadap bahan peledak yang belum meledak dari sebuah drone Iran yang telah dijatuhkan.
Rubio juga mengatakan satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Yordania pada Jumat meski sebagian besar rudal lainnya berhasil dicegat.
Ia menambahkan pasukan AS melancarkan serangan ke Iran sebagai respons atas peluncuran rudal dan drone yang, menurut Washington, menargetkan kapal-kapal komersial.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+