Jakarta (ANTARA) - Seniman Arya Sudrajat membuka pameran tunggalnya bertajuk "Jelekongism" di Art1: New Museum, Jakarta, Sabtu, yang mengabadikan kehidupan seni di Jelekong.

"Saya ingin melihat Jelekong bukan hanya sebagai kampung pelukis, tetapi, sebagai ruang budaya yang hidup. Di dalamnya ada masyarakat, ada lanskap, ada sejarah, ada cara bertahan hidup, dan ada pengetahuan melukis yang diwariskan dari generasi ke generasi," kata Arya dalam siaran pers promotor pameran Mitra Seni di Jakarta, Sabtu.

Melalui karyanya, Arya ingin mengangkat peran Desa Wisata Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai ruang budaya yang menjaga kelestarian budaya seni di Indonesia.

Baca juga: YBJI gelar "Ngabaladahan" tampilkan 112 karya seniman Jelekong

Kurator pameran Vincent Rumahloine menilai "Jelekongism" tidak hanya berbicara mengenai lukisan, namun, juga membahas perilaku, ruang, material, hubungan sosial, pengalaman, dan ingatan yang membentuk kehidupan seni di Jelekong.

Arya yang lahir dan tumbuh di Jelekong menampilkan dinamika sosial, cara bertahan hidup, pengetahuan lokal, lanskap agraris, hingga ingatan kolektif masyarakat setempat.

Istri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Grace Fadli Zon saat menyampaikan sambutan pembuka pameran tersebut menilai Jelekong ditampilkan dalam pameran itu seperti ekosistem budaya yang hidup lewat ruang karya. Dia menyebut ruang karya tersebut mendukung seni lukis dan praktik ekosistem seni yang lebih luas.

"Ada sawah, ada sungai, ada keluarga, ada keterbatasan yang diubah menjadi kreativitas. Seperti kisah karung tepung yang menjadi kanvas di tahun 70-an. Itu adalah jati diri bangsa kita," kata Grace.

Grace berharap pameran tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai asal mula seni. Seni tidak lahir di ruang kosong, tetapi, dari kehidupan kolektif, dari tanah, dan dari ingatan.

Maestro seni lukis Sunaryo memberikan pandangannya terhadap Arya. Sunaryo mengenal Arya sejak sang seniman mengikuti program residensi transit di Selasar Sunaryo Art Space pada 2017.

Sunaryo menilai Arya memiliki potensi besar untuk membuka jalan bagi pelukis lain dari kampung halamannya.

"Dia seorang yang dapat berkembang pesat dan tidak hanya untuk dirinya, namun, kesempatan dalam mengisi wadah Seni Rupa Indonesia dengan mengajak pula warga lukis sekampungnya," kata Sunaryo.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo, selaku mitra pendukung pameran, menyatakan mereka berupaya memberikan ruang bagi perkembangan seni lukis Jelekong sekaligus memperkenalkan praktik dan ekosistem seni Jelekong kepada masyarakat yang lebih luas.

Pameran tersebut berlangsung hingga dua pekan ke depan, Minggu (18/10), dengan menampilkan 30 karya lukis dan seni instalasi.

Baca juga: Kemenbud fasilitasi pasar seni regional tampil di Art Jakarta

Baca juga: Pameran lukisan Andriani Latania galang kepedulian kanker

Baca juga: Mengintip keindahan pameran seni digital imersif di Surabaya

Baca juga: Menteri Kebudayaan resmikan pameran karya Nasirun di Galeri Nasional

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.