Andi Syafriadi
| 26 September 2026, 22:56 WIB

Erastus Radjimin menilai hotel kini tak sekadar menjadi tempat menginap, tetapi bagian dari perjalanan wisata dengan pengalaman yang sesuai kebutuhan traveler. - AKURAT.CO/ANDOY
AKURAT.CO Peran hotel dalam industri pariwisata mulai bergeser. Hotel tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat wisatawan menginap, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan dan pengalaman yang dibangun selama berada di sebuah destinasi.
Hal tersebut disampaikan Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin dalam forum Indonesia Tourism & MICE Outlook (ITMO) 2027 di Mangkuluhur ARTOTEL Suites di Jakarta, Jumat (25/9/2026)..
Forum tersebut diselenggarakan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf). Kegiatan menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa sebagai keynote speaker serta Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi BS Sukamdani, dan Erastus Radjimin sebagai panelis.
Baca Juga: Kolaborasi, tiket bersama Artotel dan Rumah Atsiri Dorong Tren Wisata Berkelanjutan di Indonesia
Dalam forum bertema “Beyond Accommodation: Turning Hospitality into a Distinctive Destination Experience”, Erastus membahas bagaimana sektor hospitality dapat mengambil peran lebih besar dalam membentuk pengalaman wisatawan.
Menurut dia, perkembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi dan atraksi wisata. Pengalaman wisatawan juga dipengaruhi oleh bagaimana berbagai elemen perjalanan, termasuk akomodasi, mampu terhubung dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
“Wisatawan saat ini terus mengalami perubahan. Ketika gaya hidup yang lebih sehat menjadi bagian dari keseharian, mereka juga ingin mempertahankan kebiasaan tersebut saat bepergian, termasuk dengan tetap aktif. Karena itu, fasilitas seperti gym menjadi semakin penting dan dapat menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat menginap,” ujar Erastus.
Perubahan gaya hidup tersebut, lanjut Erastus, turut membuat industri hospitality perlu memahami kebutuhan wisatawan secara lebih menyeluruh.
Kebutuhan terhadap fasilitas wellness, aktivitas fisik, hingga sarana yang mendukung rutinitas sehari-hari menjadi bagian dari pertimbangan wisatawan ketika memilih akomodasi.
Baca Juga: DXI 2027 Buka Peluang Kolaborasi Diving dan Pariwisata Indonesia
Dengan kondisi tersebut, hotel tidak lagi hanya menjadi tempat untuk beristirahat setelah wisatawan mengunjungi berbagai atraksi. Hotel dapat menjadi bagian dari visitor journey, mulai dari pengalaman kuliner, aktivitas, hiburan, wellness, hingga interaksi dengan karakter lokal di suatu destinasi.