Jumat, 18 September 2026 - 09:37 WIB

Wamena, VIVA – Suasana duka masih menyelimuti Sinta Bilolo, istri sopir Aris Sanda yang tewas ditembak di Jalur Trans Wamena, Papua Pegunungan. Di tengah situasi tersebut, Sinta harus meninggalkan Distrik Mbua menuju Wamena.

Baca Juga

Namun, perjalanan Sinta tidak bisa dilakukan melalui jalur darat karena akses yang masih terkendala. Koops TNI Habema akhirnya mengevakuasi Sinta melalui jalur udara pada Kamis, 17 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Evakuasi itu dilakukan atas perintah Panglima Koops TNI Habema Brigadir Jenderal Polisi TNI Riyanto. Sinta diterbangkan bersama dua pendampingnya, Haryati dan Murni.

Baca Juga

”Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec,” kata dia, Jumat, 18 September 2026.

Perjalanan mereka belum selesai setelah meninggalkan Mbua. Helikopter membawa ketiganya hingga Kenyam, Kabupaten Nduga.

Baca Juga

Dari Kenyam, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat Caravan menuju Wamena. Riyanto memastikan seluruh rangkaian evakuasi tersebut berlangsung aman dan lancar.

Evakuasi melalui jalur udara ini dilakukan dengan pertimbangan kondisi Sinta yang sedang berduka sekaligus persoalan akses menuju Wamena.

"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat,” tuturnya.

Aris Sanda sebelumnya menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalur Trans Wamena beberapa hari lalu.

Riyanto mengatakan kondisi geografis Papua dan keterbatasan akses tidak boleh menghalangi upaya memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Terlebih, Sinta tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan suaminya.

”Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koops TNI Habema menyatakan kehadiran negara di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Dalam situasi tertentu, kehadiran tersebut juga diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan perjalanan aman di tengah keterbatasan akses.

Melalui evakuasi tersebut, Sinta bersama dua pendampingnya akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Wamena melalui jalur udara.

Mobil Aris Sanda, sopir yang menjadi korban penembakan di Papua Pegunungan

Aris Sanda Tewas Bareng Mobilnya yang Hangus Terbakar, Polisi Ungkap Tubuhnya Alami Karbonisasi

Polisi menyebut sejumlah bagian tubuh Aris Sanda saat ditemukan di Jalan Trans Wamena mengalami karbonisasi setelah ditemukan bersama kendaraan yang hangus terbakar.

VIVA.co.id

18 September 2026