asiawebawards.com
  • 2026-08-15 05:23:34 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    Apple kirimkan notifikasi pada gadget yang terkena target "spyware"

    Jakarta (ANTARA) - Apple dikabarkan baru-baru ini mengirimkan notifikasi kepada para pengguna gawai buatannya bahwa mereka menjadi target serangan spyware yang diam-diam mencuri data dan informasi penting lainnya melalui gawai.

    Notifikasi tersebut merupakan bagian layanan Apple yang secara berkala memberi tahu pengguna, apakah ponsel, tablet maupun perangkat komputer, jika sistemnya memang mendeteksi spyware pada gawai yang terhubung.

    Engadget, Jumat (14/8), melaporkan seorang peneliti senior dari Pusat Penelitian Ancaman Digital Universitas Toronto John Scott-Railton baru-baru ini mengungkap apabila notifikasi tersebut benar-benar diterima pengguna gawai Apple ada baiknya pengguna menanggapinya dengan serius.

    Baca juga: Apple peringatkan ancaman serangan spyware ke pengguna di 92 negara

    Dia menanggapi langkah Apple yang telah mengirimkan notifikasi mengenai spyware pada Kamis (13/8) waktu setempat kepada pengguna yang berada di 110 negara.

    Dalam laporan TechCrunch hingga Jumat (14/8), Apple telah mengirimkan notifikasi tersebut kepada pengguna gawai besutannya di lebih dari 150 negara.

    Spyware dijelaskan Apple dalam halaman dukungnya sebagai perangkat lunak yang bisa memata-matai target dan mencuri informasi serta data penting dari gawai targetnya. Biasanya data tersebut dijual perusahaan pengembangnya kepada aktor negara atau pemerintahan tertentu.

    Target dari spyware biasanya meliputi individu berpengaruh seperti jurnalis, aktivis, politikus, serta diplomat.

    Dengan target yang sulit tersebut, serangan spyware sulit dideteksi, menelan biaya jutaan dolar, dan target akan sulit menghindar.

    Salah satu contoh spyware yang pernah terungkap kepada publik dan terbukti telah banyak memata-matai target penting adalah Pegasus yang dibuat oleh perusahaan asal Israel. Keberadaannya terungkap pada 2021 melalui inisiatif jurnalisme investigatif internasional yang dikenal sebagai Proyek Pegasus.

    Baca juga: ICW desak Polri transparan buka data pengadaan alat sadap Pegasus

    Kembali membahas temuan notifikasi spyware dari Apple, perusahaan mengakui bahwa hasil investigasinya "tidak akan pernah mencapai kepastian mutlak", tetapi, pemberitahuan yang mereka keluarkan adalah "peringatan dengan tingkat kepercayaan tinggi bahwa seorang pengguna telah menjadi target serangan spyware bayaran secara individual, dan harus ditanggapi dengan sangat serius".

    Perusahaan tersebut mengatakan tidak dapat mengungkapkan bagaimana mereka menentukan siapa yang diserang karena pelaku kejahatan mungkin menggunakan informasi tersebut untuk menghindari deteksi pada masa mendatang.

    Hanya karena seseorang menerima notifikasi bukan berarti data mereka sudah diretas, tetapi, itu berarti Apple mendeteksi aktivitas pada perangkat mereka yang konsisten dengan serangan spyware.

    Apabila ada pengguna yang menerima notifikasi mengenai spyware, Apple menyarankan penerima untuk mengaktifkan Lockdown Mode untuk mengaktifkan perlindungan ekstrem pada perangkat mereka.

    Mode itu memblokir sebagian besar lampiran pesan, panggilan FaceTime, undangan untuk layanan Apple, dan album foto bersama.

    Perusahaan juga menyarankan untuk meminta bantuan ahli dan menyebut salah satu organisasi nirlaba Acces Now yang menyediakan layanan bantuan darurat tanggap cepat Digital Security Helpline.

    Baca juga: Apple siapkan "lockdown mode" untuk lawan aplikasi spyware

    Baca juga: Data medis 19 juta warga Polandia bocor akibat serangan siber

    Baca juga: BSSN sebut tren AI ubah lanskap serangan siber AI di sektor keuangan

    Baca juga: OJK susun pedoman keamanan siber untuk industri pindar

    Penerjemah: Livia Kristianti
    Editor: Natisha Andarningtyas
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-15 05:23:34 +0000 UTC