Warta Ekonomi, Jakarta -
Apple mengembangkan material pelindung layar iPhone untuk menjaga ketahanan perangkat sekaligus mempertahankan pengalaman penggunaan layar tanpa lapisan tambahan. Wakil Presiden Apple bidang rekayasa perangkat keras Tom Marieb bahkan mengaku tidak nyaman melihat iPhone yang dipasangi pelindung layar tambahan.
Dalam wawancara dengan TechRadar, Marieb mengatakan Apple menghabiskan banyak waktu untuk merancang permukaan layar iPhone agar memberikan pengalaman visual dan penggunaan yang optimal.
“Secara pribadi, ketika saya melihat seseorang memasang pelindung layar di iPhone mereka, itu membuat saya merinding,” kata Marieb kepada TechRadar, dikutip Kamis (24/9/2026).
Menurut Marieb, bagian depan iPhone dirancang agar pengguna dapat menikmati karakteristik layar sebagaimana dikembangkan Apple. Lapisan tambahan pada permukaan layar dinilai berpotensi mengubah pengalaman tersebut.
“Karena kami bekerja sangat keras untuk membuat layar depan yang indah,” ujarnya.
Untuk mengurangi kebutuhan perlindungan tambahan, Apple meningkatkan material pelindung bawaan perangkat. Pada generasi iPhone terbaru, perusahaan menggunakan Ceramic Shield 2 yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan layar terhadap goresan dan penggunaan sehari-hari.
Marieb mengatakan pengembangan material tersebut tidak hanya berfokus pada ketahanan terhadap goresan. Apple juga memperhitungkan ketahanan permukaan dalam penggunaan jangka panjang.
“Kami bisa saja membuatnya lebih tahan gores, tetapi itu akan sedikit mengurangi ketahanan halusnya. Yang kami cari adalah daya tahan yang lama terhadap kedua beban tersebut seiring waktu,” jelasnya.
Ceramic Shield 2 pertama kali diperkenalkan pada lini iPhone 17 pada September 2025. Material tersebut kemudian digunakan pada iPhone 18 Pro. Pada iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple, teknologi serupa juga diterapkan pada bagian layar luar.
Apple mengklaim Ceramic Shield 2 memiliki ketahanan terhadap goresan hingga tiga kali lebih baik dibandingkan Ceramic Shield generasi pertama yang digunakan pada sejumlah model iPhone sebelumnya.
Untuk menguji ketahanan material tersebut, Apple mengembangkan metode pengujian yang mencoba meniru kondisi penggunaan sehari-hari. Marieb mengatakan perusahaan memetakan berbagai situasi yang mungkin dihadapi pengguna ketika perangkat digunakan dalam kehidupan nyata.
“Kami mencoba untuk mengatakan, ‘Bagaimana pelanggan sebenarnya menggunakan ini? Apa sebenarnya yang mereka hadapi di dunia nyata?’ Dan kami membuat pengujian yang meniru hal-hal tersebut,” katanya.
Baca Juga: John Ternus Jadi CEO, Apple Langsung PHK Karyawan
Baca Juga: Apple Kena Getah Krisis Memori, Harga iPhone Terancam Naik pada 2027
Baca Juga: Penjualan Perangkat Apple, Samsung, dan Google Terancam Karena Sengketa Paten
Apple juga mempercepat simulasi penggunaan perangkat dalam jangka panjang. Menurut Marieb, pengujian selama beberapa pekan dapat digunakan untuk mensimulasikan penggunaan iPhone selama lima tahun atau lebih.
Meski demikian, penggunaan tempered glass tetap menjadi pilihan pengguna. Pelindung tambahan dapat memberikan lapisan perlindungan ketika perangkat mengalami benturan atau terkena benda yang berpotensi menggores layar.
Komentar Marieb mengenai pelindung layar muncul setelah Apple memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut membawa sejumlah pembaruan, termasuk kamera utama dengan aperture variabel dan sistem pendingin berbasis vapor chamber yang lebih besar.