asiawebawards.com
  • 2026-07-22 06:46:37 +0000 UTC

    Jul 22, 2026

    APHI Dorong Pengembangan Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu Berbasis Riset |Republika Online

    Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama APHI dengan Universitas Khairun di Ternate, dikutip Rabu (22/7/2026).

    REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) berbasis riset melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat transformasi pengelolaan hutan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

    Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan transformasi kebijakan melalui Multiusaha Kehutanan yang mengintegrasikan pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, dan jasa lingkungan akan menjadi arus utama pengelolaan hutan di masa depan. Karena itu, dukungan riset dari perguruan tinggi menjadi kebutuhan untuk mengembangkan potensi komoditas unggulan di berbagai daerah.

    "Dukungan riset perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu, mulai dari aspek budi daya, pengolahan, peningkatan nilai tambah, hingga pengembangan pasar," kata Soewarso saat penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama APHI dengan Universitas Khairun di Ternate, dikutip Rabu (22/7/2026).

    Ia mengatakan dinamika pengelolaan hutan saat ini membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, sumber daya manusia yang kompeten, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Perguruan tinggi juga perlu menyesuaikan kurikulum pendidikan kehutanan agar selaras dengan perkembangan kebijakan, teknologi, kebutuhan dunia usaha, serta perubahan orientasi pengelolaan hutan.

    Soewarso menilai Maluku Utara memiliki potensi besar pengembangan berbagai komoditas hasil hutan bukan kayu yang dapat memperkuat kinerja usaha kehutanan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Hasil riset diharapkan mampu menghasilkan komoditas unggulan sesuai karakteristik ekologis, sosial, dan ekonomi masing-masing wilayah.

    Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Khairun Hasan Hamid mengatakan kerja sama dengan APHI menjadi langkah penting untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia usaha kehutanan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

    Dekan Fakultas Pertanian Universitas Khairun Lily Ishak menambahkan kerja sama akan difokuskan pada pengelolaan Hutan Pendidikan Universitas Khairun sebagai lokasi pembelajaran, penelitian, pengembangan inovasi, dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan. Kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan untuk uji coba penerapan Multiusaha Kehutanan serta lokasi magang mahasiswa.

    2026-07-22 06:46:37 +0000 UTC