![]() |
| Matahari kita masuk dalam rasi bintang apa?. Kredit: NASA/SDO |
InfoAstronomy - Kalau kamu pernah iseng melihat peta langit dan bertanya-tanya di mana Matahari berada di antara 88 rasi bintang yang ada, jawabannya ternyata Matahari tidak masuk ke salah satu pun dari mereka. Bukan karena Matahari terlalu kecil, terlalu redup, atau ada alasan teknis lain yang rumit. Alasannya jauh lebih sederhana. Penasaran?
Kita kenalan dulu dengan apa itu rasi bintang ya. Rasi bintang adalah pola imajiner yang dibuat dari sudut pandang pengamat di Bumi, pada malam hari. Ingat ya, pada malam hari.
Rasi bintang dirangkai oleh nenek moyang kita dari titik-titik cahaya bintang di langit malam yang gelap sehingga menjadi beragam bentuk, bisa itu membentuk seorang pemburu, kalajengking, banteng, seorang gadis, sampai sebuah timbangan, sesuai mitologi dan budaya masing-masing.
Dulunya, ada ratusan rasi bintang dari berbagai budaya di dunia. Baru pada tahun 1920-an, International Astronomical Union (IAU) akhirnya mengesahkan 88 rasi bintang resmi modern berdasarkan warisan berbagai budaya itu.
Meski berasal dari berbagai budaya di seluruh dunia, rasi bintang diamati dari satu perspektif: malam hari di permukaan Bumi.
Nah, Matahari muncul siang hari. Atau lebih tepatnya, kemunculan Matahari di langit bikin Bumi mengalami siang hari. Dan selama ribuan tahun sejarah manusia, hal itu bikin Matahari tidak pernah “dirangkai” ke dalam pola rasi bintang mana pun.
Bukan karena nenek moyang kita tidak tahu Matahari adalah bintang. Bagi mereka, Matahari adalah Matahari, sesuatu yang berbeda dari titik-titik kecil yang muncul ketika langit mulai gelap.
Selain itu, ada satu hal lagi yang membuat Matahari tidak bisa masuk ke dalam rasi bintang mana pun secara permanen, bahkan jika kita mencobanya: Matahari bergerak semu harian, bisa terbit dan terbenam, akibat rotasi Bumi. Bahkan setiap bulannya, kalau kita bisa melihat bintang-bintang latar di siang hari, Matahari akan tampak berada di depan rasi bintang yang berbeda.
Pada bulan September ia berada di depan rasi bintang Virgo, Oktober berpindah ke rasi bintang Libra, November ke Skorpius, dan seterusnya. Jalur tahunan Matahari melintasi langit inilah yang disebut ekliptika, dan rasi-rasi bintang yang dilewatinya adalah rasi bintang zodiak.
Jadi Matahari bukan tidak punya hubungan sama sekali dengan rasi bintang. Ia selalu berpindah antara satu rasi bintang dengan rasi bintang lainnya, tidak pernah menetap di satu tempat cukup lama untuk dimasukkan ke dalam satu kelompok rasi bintang tertentu.
Nah, lain lagi jika Matahari dilihat jauuuuuh di luar Bumi. Misalnya, kalau ada makhluk cerdas di Proxima b, planet di sistem bintang Proxima Centauri, tetangga terdekat Matahari kita sejauh 4,2 tahun cahaya, dan mereka juga menatap langit malam sambil merangkai bintang-bintang menjadi pola, ada kemungkinan besar Matahari masuk ke dalam salah satu “rasi bintang” mereka. Dari sana, Matahari hanya akan tampak sebagai bintang kuning-putih yang cukup terang, tidak lebih istimewa dari ribuan bintang lain di langit mereka.
Kita istimewa bagi diri kita sendiri, karena kita tinggal di sini. Dari sudut pandang alam semesta yang lebih luas, Matahari hanyalah satu dari sekitar 200 miliar bintang di Bimasakti saja, kandidat yang sama untuk dirangkai menjadi pola oleh siapapun yang menatap langit dari sistem bintang lain.
Dan itulah kenapa Matahari tidak berada dalam rasi bintang mana pun, bukan karena ia tidak memenuhi syarat, tapi karena kita tidak pernah bisa mengamatinya dari jarak yang cukup jauh untuk menjadikannya titik kecil di langit malam.
Sumber & Referensi:
- Bennett, J., Donahue, M., Schneider, N., & Voit, M. (2020). The cosmic perspective (9th ed.). Pearson. ISBN 978-0-13-523521-5.
- Byrd, D. (2022, Oktober 5). What is the ecliptic? EarthSky.
- International Astronomical Union. (2022). The constellations. IAU.
- Ridpath, I. (2018). Star tales (2nd ed.). Lutterworth Press. ISBN 978-0-7188-9478-9.
- Überoi, A. (2022). Pegasi ascendant: Ranking constellation genitives on their aesthetic merit. arXiv.
