Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Palu, VIVA – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan, dari pola kekuasaan sebagai pusat kekuasaan menjadi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Baca Juga

Dia meminta aparatur sipil negara (ASN) menjalankan kewenangan dan tanggung jawab jabatan sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan sebagai simbol kekuasaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan tersebut disampaikan Anwar saat memimpin pengambilan sumpah/janji 442 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di halaman parkir Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga

Dia menekankan perubahan paradigma harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara kerja aparatur ketika menjalankan tugas pemerintahan.

“Paradigma pemerintahan kita sekarang mau geser dari penguasa menjadi pelayan,” kata Anwar Hafid.

Baca Juga

Menurut dia, birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik perlu dibangun melalui sistem yang mengutamakan kemampuan, kompetensi, dan prestasi. Dia menegaskan bahwa pengembangan karier ASN semestinya didasarkan pada kapasitas dan kinerja, bukan kedekatan personal.

“Kita ini pelayan, namanya pelayan ada di ciri-ciri birokrat itu satu, dia besar karena meritokrasi bukan patronasi. Dia besar karena kemampuannya, bukan kedekatannya,” ujarnya.

Anwar menekankan, meritokrasi merupakan prinsip penting untuk membangun birokrasi yang profesional dan objektif. Dengan prinsip tersebut, setiap ASN diharapkan memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kemampuan, kinerja, integritas, dan prestasi dalam melaksanakan tugas.

Sebaliknya, patronasi yang mengutamakan kedekatan pribadi berisiko mengesampingkan kompetensi dalam pengembangan karier aparatur. Kondisi tersebut dapat menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bagi Anwar, aparatur yang kompeten dan ditempatkan sesuai dengan kemampuannya dapat memperkuat kinerja organisasi pemerintahan. Hal itu juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menyoroti profesionalisme, Anwar mengingatkan para PNS agar menyesuaikan gaya hidup dengan posisi dan kondisi mereka sebagai aparatur yang baru memulai karier. Dia menilai pola hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan dapat menjadi persoalan bagi individu.

"Itu yang harus ada dalam hati kalian. Kalau kita baru pegawai negeri, kalau kita masih pns berlakulah seperti kalian pns ini berkaitan dengan gaya hidup. Ada orang baru golongan III staf tapi gaya hidupnya seperti eselon II. Karena yang bikin susah manusia itu gaya hidupnya," ucapnya 

Halaman Selanjutnya

Pengambilan sumpah/janji 442 PNS tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan publik