Jakarta (ANTARA) - Kantor Berita ANTARA dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) menandatangani Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/Mou) guna memperkuat jangkauan informasi terkait penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia.
MoU tentang Pemanfaatan Potensi Bersama dan Pengembangan Organisasi itu ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Selasa (13/10). Penguatan informasi ini juga seiring dengan peran Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Kita menyadari bahwa setiap perusahaan memiliki mandat, tantangan, dan kebutuhan komunikasi yang berbeda. Karena itu, ANTARA menjadi mitra yang mampu memahami kebutuhan Perumnas serta menghadirkan dukungan yang relevan, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar di Jakarta, Selasa.
Benny berharap nota kesepahaman yang ditandatangani pada Selasa ini menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret dan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen serta seremonial belaka.
Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan berlanjut pada implementasi program yang terukur dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak secara nyata.
“Pada akhirnya kami percaya bahwa penguatan pemberitaan dan komunikasi strategis Perumnas tidak hanya akan mendukung reputasi perusahaan, tapi juga membantu masyarakat dalam memahami lebih baik berbagai upaya yang dilakukan Perumnas dalam memenuhi kebutuhan hunian dan mendukung pembangunan Indonesia yang lebih baik,” kata Benny.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan menyampaikan apresiasinya atas penandatanganan nota kesepahaman bersama ANTARA.
Ia menjelaskan bahwa Perumnas saat ini telah bertransformasi termasuk transformasi keuangan, bisnis, dan organisasi, yang turut mencakup penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta pengembangan sumber daya manusia.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesehatan perusahaan agar dapat menjalankan perannya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan.
“Apa yang dilakukan? Kami sedang membenahi bagaimana customer journey kami, bagaimana kami menata kawasan, sehingga bisa memberikan rumah-rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Imelda.
Ia mengatakan, Perumnas mengoptimalkan pengembangan lahan seluas 2.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia melalui sejumlah strategi bisnis, termasuk pembangunan kawasan perumahan skala besar, pengembangan hunian berbasis transit-oriented development (TOD), dan revitalisasi kawasan hunian.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan investor dan pengembang swasta. Menurut Imelda, kolaborasi dengan berbagai mitra diperlukan untuk memperluas pasokan (supply) hunian di tengah masih tingginya backlog perumahan nasional.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Perumnas terhadap program pembangunan 3 juta rumah, mengingat penyediaan hunian tidak dapat hanya mengandalkan pendanaan pemerintah.
Sementara dari sisi permintaan (demand), Perumnas juga berupaya menjawab tantangan melalui berbagai program termasuk dengan menghadirkan kampanye “Sekarang Gampang Punya Rumah” untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
“Jadi, saya senang sekali bersama dengan ANTARA. Kami ingin menyampaikan informasi ke publik bahwa Perumnas sekarang sudah bertransformasi,” kata Imelda.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.