ANTARA dan warga Sebatik siapkan nobar final Piala Dunia di perbatasan
Yang dimaksud Bapak Presiden adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk saudara-saudara kita yang berada di daerah perbatasan. Mereka juga berhak menikmati kegembiraan yang sama seperti masyarakat di daerah lain
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersama warga di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar nonton bareng final Piala Dunia 2026, sebagai upaya menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan nobar Piala Dunia di Sebatik sebagai salah satu kontribusi ANTARA dalam menyemarakkan gelaran final antara Spanyol melawan Argentina hingga ke ujung negeri.
“Kita gambarkan lewat posisi di Sebatik, biar persis betul di perbatasan Malaysia-Indonesia. Jadi kita bisa membawa kegembiraan yang diamanatkan Bapak Presiden itu ke tengah-tengah rakyat Pulau Sebatik,” katanya, di Sebatik, Minggu.
Nonton bareng final di Pulau Sebatik itu merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan kepercayaan kepada TVRI untuk menyiarkan Piala Dunia agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai mitra TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan terkait Piala Dunia, ANTARA memandang pesan Presiden tersebut harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di daerah perbatasan dan wilayah terluar Indonesia.
“Yang dimaksud Bapak Presiden adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk saudara-saudara kita yang berada di daerah perbatasan. Mereka juga berhak menikmati kegembiraan yang sama seperti masyarakat di daerah lain,” ujarnya.
Persiapan Nobar dilakukan sejak sepekan terakhir dengan melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa untuk memastikan acara berlangsung tertib dan meriah.
Pemilihan Desa Aji Kuning, Sebatik, sebagai lokasi nonton bareng juga dilakukan karena lokasinya yang berada tepat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Benny menjelaskan lokasi nobar dipusatkan di depan rumah wisata ikonik Rumah Dua Negara yang mampu menampung seratusan penonton. Panitia menyiapkan layar lebar, proyektor, sistem tata suara, kursi, serta cadangan pasokan listrik untuk mengantisipasi gangguan selama pertandingan berlangsung.
Selain menonton pertandingan, panitia juga menggandeng pelaku usaha mikro setempat sehingga kegiatan tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Rencananya, ANTARA menyediakan hadiah lawang (doorprize) agar semakin memeriahkan jalannya acara.
Antusiasme warga terpancar menyambut gelaran Nobar yang menjadi pertama kalinya di wilayah tersebut. Di samping itu, pelaksanaan nobar menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
Tak sedikit juga warga yang membantu persiapan nonton bareng, seperti pemasangan tiang tenda agar berdiri kokoh.
“Kami menyambut bahagia, yah. Karena ini menjadi pertama kalinya ada nonton bareng di sini (Aji Kuning, Sebatik),” kata dia.
Pulau Sebatik merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia, sehingga berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat kerap menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat rasa nasionalisme di kawasan perbatasan.
Baca juga: Pemprov Papua libatkan 20 UMKM kegiatan nobar final Piala Dunia 2026
Baca juga: Pemprov Kepri ajak warga nobar final Piala Dunia di Bandara RHF
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.