asiawebawards.com
  • 2026-07-27 14:01:48 +0000 UTC

    Jul 27, 2026

    Angka prevalensi stunting di Tabalong naik menjadi 23,1 persen - ANTARA News Kalimantan Selatan

    Tanjung (ANTARA) - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten  Tabalong, Kalimantan Selatan mencatatkan angka prevalensi stunting naik  dari 18,1 persen pada 2023, menjadi 23,1 persen pada 2024. 

    Ketua TPPS Kabupaten Tabalong Hj Hamida Munawarah mengatakan  angka ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk melakukan langkah intensif, terukur, dan kolaboratif lintas sektor.

    “Sasaran intervensi tahun ini  sebanyak 1.148 anak mencakup  894 anak kategori pendek, dan 254 anak kategori sangat pendek," jelas Hamida pada acara Kick Off Intervensi Serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting di Pendopo Bersinar Pembataan, Senin.

    Pemkab   Tabalong pun terus berkomitmen melakukan percepatan penurunan stunting melalui Kick Off Intervensi Serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting.

    “Fokus  gerakan ini  pada anak yang masuk kategori sangat pendek," tambah Hamida.

    Dengan rincian Bupati Tabalong sebanyak 10 anak,  perangkat daerah 142 anak, kecamatan 24 anak dan dunia usaha 78 anak. 

    Seremoni  kick off intervensi serentak ini ditandai  pemasangan selempang bertuliskan Orang Tua Asuh Stunting ke perwakilan perangkat daerah dan perusahaan oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani didampingi Ketua TP PKK Tabalong, Hj Desi Suryanti Noor Rifani.

    Baca juga: Program Robotika SIGMA tambah wawasan baru bagi guru di Tabalong

     Selain itu keluarga penyandang stunting menerima  paket bantuan makanan bergizi tambahan atau nutrisi.

     Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Tabalong.

    “Persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi  tanggung jawab kita bersama,” jelas anoor Rifani.

    Penanganan stunting perlu kerja sama, kepedulian, dan gotong royong dari semua unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri.

    Melalui  gerakan  ini sebagai bukti kepedulian yang nyata, bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan anak-anak  membutuhkan  pendampingan, perhatian, dan dukungan agar tumbuh kembangnya berjalan  baik.

    “Saya berharap  semakin banyak orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan, karena  sekecil apa pun bantuan yang kita berikan dapat menjadi harapan besar bagi masa depan seorang anak,” ujarnya.

    Pewarta: Herlina Lasmianti
    Editor : Sukarli

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-27 14:01:48 +0000 UTC