Angka prevalensi stunting di Tabalong naik menjadi 23,1 persen - ANTARA News Kalimantan Selatan
Tanjung (ANTARA) - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mencatatkan angka prevalensi stunting naik dari 18,1 persen pada 2023, menjadi 23,1 persen pada 2024.
Ketua TPPS Kabupaten Tabalong Hj Hamida Munawarah mengatakan angka ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk melakukan langkah intensif, terukur, dan kolaboratif lintas sektor.
“Sasaran intervensi tahun ini sebanyak 1.148 anak mencakup 894 anak kategori pendek, dan 254 anak kategori sangat pendek," jelas Hamida pada acara Kick Off Intervensi Serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting di Pendopo Bersinar Pembataan, Senin.
Pemkab Tabalong pun terus berkomitmen melakukan percepatan penurunan stunting melalui Kick Off Intervensi Serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting.
“Fokus gerakan ini pada anak yang masuk kategori sangat pendek," tambah Hamida.
Dengan rincian Bupati Tabalong sebanyak 10 anak, perangkat daerah 142 anak, kecamatan 24 anak dan dunia usaha 78 anak.
Seremoni kick off intervensi serentak ini ditandai pemasangan selempang bertuliskan Orang Tua Asuh Stunting ke perwakilan perangkat daerah dan perusahaan oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani didampingi Ketua TP PKK Tabalong, Hj Desi Suryanti Noor Rifani.
Baca juga: Program Robotika SIGMA tambah wawasan baru bagi guru di Tabalong
Selain itu keluarga penyandang stunting menerima paket bantuan makanan bergizi tambahan atau nutrisi.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Tabalong.
“Persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita bersama,” jelas anoor Rifani.
Penanganan stunting perlu kerja sama, kepedulian, dan gotong royong dari semua unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri.
Melalui gerakan ini sebagai bukti kepedulian yang nyata, bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan anak-anak membutuhkan pendampingan, perhatian, dan dukungan agar tumbuh kembangnya berjalan baik.
“Saya berharap semakin banyak orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan, karena sekecil apa pun bantuan yang kita berikan dapat menjadi harapan besar bagi masa depan seorang anak,” ujarnya.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.