asiawebawards.com
  • 2026-08-10 09:20:36 +0000 UTC

    Aug 10, 2026

    Anggota DPRD Kalbar dorong perusahaan bangun embung cegah karhutla - ANTARA News Kalimantan Barat

    Pontianak (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Heri Mustamin mendorong pembangunan embung di kawasan perkebunan sebagai sumber air cadangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    "Kalau kita cerita karhutla ini sebenarnya bukan kejadian satu kali, dua kali. Setiap tahun, bahkan hampir satu tahun itu beberapa kali, maka perlu langkah konkret untuk antisipasinya," kata Heri di Pontianak, Senin.

    Heri mengatakan penyediaan tampungan air penting dilakukan karena karhutla menjadi ancaman yang berulang setiap musim kemarau, sehingga penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api telah meluas.

    Menurut dia, perubahan kondisi tutupan vegetasi dan kelembapan lahan membuat sejumlah kawasan hutan dan perkebunan semakin rentan terbakar, terutama saat memasuki periode kemarau.

    Karena itu, ia mendorong setiap perkebunan kelapa sawit, baik yang dikelola perusahaan maupun masyarakat, memiliki embung atau tampungan air yang dapat digunakan sebagai sumber pemadaman awal.

    Ia menjelaskan embung dapat dibuat dalam bentuk waduk berukuran kecil dan diisi ketika musim hujan sehingga cadangan air tersedia saat memasuki musim kemarau.

    Selain membangun embung, saluran air dan parit di kawasan perkebunan perlu dinormalisasi agar mampu menampung air secara optimal dan dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.

    "Pada saat kemarau air ini masih bisa digunakan. Sehingga apabila terjadinya api kecil, perkebunan-perkebunan itu sudah tidak lagi sulit untuk mendapatkan air untuk menyiram," tuturnya.

    Heri menilai ketersediaan sumber air di sekitar kawasan rawan kebakaran dapat mempercepat respons awal sekaligus mengurangi risiko api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

    Ia juga meminta pemerintah, perusahaan, dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau dengan memperkuat pengawasan terhadap kawasan yang mudah terbakar.

    Menurut dia, pembukaan lahan dengan cara membakar juga harus dihindari karena percikan api berpotensi terbawa angin dan menyulut vegetasi kering di sekitarnya.

    “Kalau sudah masuk musim kemarau ini semuanya sudah harus siaga. Kejadian ini bukan satu kali saja. Setiap ada kemarau, kebakaran hutan juga terjadi,” katanya.

    Pewarta: Rendra Oxtora
    Uploader : Admin Antarakalbar

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-10 09:20:36 +0000 UTC