...Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan hak belajarnya karena terdampak bencana
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah terdampak bencana tidak hanya meliputi perbaikan bangunan, tetapi juga harus mencakup pemenuhan kelengkapan sarana pembelajaran.
“Revitalisasi kan fisik, maksudnya bangunan, tapi mebel itu juga masih dikeluhkan. Kemudian, alat-alat bantuan dari pemerintah, seperti komputer, printer, dan sebagainya masih ada yang rusak. Tadi, kita menyerap aspirasi dan sudah semuanya dicatat,” kata Fikri dikutip di Jakarta, Rabu.
Hal tersebut disampaikannya usai melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di SD Negeri 060950 Medan, Sumatera Utara. Saat menyerap aspirasi dari kepala sekolah dan para guru dalam kunjungan itu, pihaknya mencatat banyak keluhan terkait fasilitas pendukung di sekolah yang mengalami kerusakan.
Terkait solusi pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan, Fikri mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pendanaan secara bertahap.
“Alhamdulillah, memang secara bertahap ada yang sebagian dianggarkan di kementerian terkait, dalam hal ini Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek, tapi sebagian juga pakai Inpres (Instruksi Presiden),” ucap Fikri.
Baca juga: Kemendikdasmen revitalisasi 2.298 sekolah di Aceh senilai Rp2,32 T
Lebih lanjut, Fikri menyoroti bahwa keberhasilan revitalisasi bergantung pada tersedianya fasilitas penunjang yang memadai. Dengan demikian, kata dia melanjutkan, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal.
Meskipun begitu, Fikri tetap memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi Komisi X DPR RI terkait sekolah terdampak bencana.
Berdasarkan pantauannya, sebagian besar dari sekitar 1.130 sekolah yang terdampak bencana di Sumatera Utara telah mendapatkan penanganan.
“Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan semua unsur pemerintah yang sudah menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi X tentang perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan pendidikan. Dari 1.130 sekolah yang terdampak bencana, memang secara umum sudah disentuh, diberi bantuan, dan direvitalisasi sesuai dengan kondisinya masing-masing,” ujar dia.
Fikri kemudian mengingatkan bahwa evaluasi di lapangan menunjukkan masih ada masalah administratif yang membuat sejumlah sekolah luput dari daftar penerima bantuan revitalisasi. Fikri menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut ditemukan lima sekolah yang belum mendapatkan bantuan.
Baca juga: Mendikdasmen targetkan sekolah terdampak bencana Aceh siap pakai 2026
Beruntungnya, ujar dia, kehadiran perwakilan Kemendikdasmen dalam rombongan Komisi X membuat masalah tersebut dapat langsung diproses. Fikri berharap perbaikan administratif untuk sekolah-sekolah yang tertinggal ini dapat segera dirampungkan pekan ini.
Berikutnya, Fikri menegaskan bahwa prioritas pengawasan pemerintah saat ini memang difokuskan pada daerah terdampak bencana, termasuk di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ia mengapresiasi komitmen tenaga pendidik di daerah bencana yang memastikan kegiatan pendidikan tidak terhenti meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyampaikan komitmen untuk terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi layanan pendidikan bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pemenuhan hak belajar peserta didik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana sehingga pihaknya terus melakukan pemulihan pembelajaran, revitalisasi dan relokasi sarana dan prasarana, penyediaan ruang kelas darurat, serta pemberian bantuan bagi pendidik dan peserta didik terdampak.
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan hak belajarnya karena terdampak bencana. Karena itu, kami memastikan layanan pendidikan tetap berjalan sambil mempercepat pemulihan sarana dan prasarana agar peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.
Baca juga: Satgas PRR percepat revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatera
Baca juga: Pemerintah tambah 60 ribu revitalisasi sekolah terdampak bencana-3T
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.