asiawebawards.com
  • 2026-08-02 07:20:11 +0000 UTC

    Aug 02, 2026

    Amran Bersih-bersih Kementan, Belasan Pejabat Eselon I Bakal Dicopot

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengisyaratkan bakal melakukan perombakan besar di internal Kementerian Pertanian (Kementan).

    Ia menyebut sekitar 14 hingga 20 pejabat Eselon I berpotensi dicopot sebagai bagian dari upaya bersih-bersih di lingkungan kementerian.

    "Insya Allah (mau copot 14-20 pegawai Kementan), doakan. Jadi bukan saja kami tindak di luar yang korupsi yang mafia, juga dalam (Kementerian) Pertanian kami bersihkan. Kami dapat, kami beresin. Jadi ya doakan," kata Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (2/8).

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Amran belum mengungkap identitas maupun dugaan pelanggaran yang melatarbelakangi rencana pencopotan tersebut.

    Kendati, dia belum merinci dasar evaluasi terhadap para pejabat tersebut maupun kemungkinan keterkaitannya dengan pengusutan dugaan mafia pangan. Amran hanya memastikan penjelasan lebih lengkap akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.

    "Nanti aja saya sampaikan," ujarnya.

    Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Kementan melakukan evaluasi dan penanganan terhadap berbagai dugaan pelanggaran, termasuk yang melibatkan aparatur di lingkungan internal kementerian.

    Sebelumnya, Amran telah beberapa kali mengambil langkah tegas terhadap pegawai maupun pejabat di lingkungan Kementan yang diduga terlibat penyimpangan.

    Pada akhir November tahun lalu, misalnya, Amran langsung memberhentikan seorang staf Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang diduga memeras petani dalam proses penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Staf tersebut disebut mengaku sebagai direktur jenderal tanaman pangan saat meminta uang kepada petani.

    Kasus itu terungkap setelah kanal pengaduan 'Lapor Pak Amran' menerima laporan dugaan pungutan liar pada penyaluran traktor roda empat di 99 titik di berbagai daerah.

    Berdasarkan laporan yang diterima, petani diduga diminta membayar Rp50 juta hingga Rp100 juta per unit traktor, bahkan di satu lokasi nilainya mencapai Rp600 juta.

    Amran menegaskan seluruh bantuan pemerintah, termasuk alsintan, benih, dan program lain yang bersumber dari APBN, diberikan secara cuma-cuma dan tidak boleh dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Seluruh bukti dugaan pungli tersebut, kata dia, telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

    Selain kasus pungli alsintan, Amran juga sebelumnya mencopot sejumlah pejabat di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Subang, setelah menemukan lahan negara seluas hampir 300 hektare disewakan kepada pihak lain.

    Saat itu, ia langsung mencopot kepala balai beserta pejabat eselon III di lokasi karena menilai lahan negara seharusnya digunakan untuk pengembangan pertanian dan produksi benih, bukan kepentingan lain.

    Di sisi lain, Amran juga berulang kali mengingatkan jajaran pejabat Kementan agar menjaga integritas. Saat melantik lima pejabat eselon I definitif pada November tahun lalu, ia menegaskan korupsi tidak akan ditoleransi di lingkungan kementerian.

    "Kami sampaikan tiga poin. Satu, jangan korupsi. Dua, kerja keras. Yang ketiga, kamu ingat anak istrimu kalau mau berbuat macam-macam. Karena kehormatan keluarga kamu ada di kamu," ujar Amran kala itu.

    (del/mik)

    [Gambas:Video CNN]

    2026-08-02 07:20:11 +0000 UTC