Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi PT Alita Praya Mitra (Alita) menggandeng Fujitsu Limited dalam menghadirkan teknologi analisis gerak manusia berbasis kecerdasan artifisial (AI) Human Motion Analytics di Indonesia untuk mendukung kebutuhan di bidang olahraga dan kesehatan.

Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol menjelaskan teknologi tersebut memungkinkan analisis gerak yang sebelumnya banyak dilakukan di laboratorium dengan peralatan khusus menjadi lebih mudah dijangkau.

"Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia," kata Joseph dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Kerja sama Alita dan Fujitsu diperkenalkan kepada publik melalui Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Baca juga: Teknologi AI perluas akses olahraga cerdas di China

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat mencoba langsung empat penerapan Human Motion Analytics, yakni AI Gait Analysis untuk menganalisis pola jalan dan mobilitas, Senior Functional Training untuk mendukung kebugaran lansia dan mengurangi risiko jatuh, Rowing Performance Analysis untuk mengukur teknik serta efisiensi gerakan mendayung, dan Golf Swing Analysis untuk menganalisis mekanika ayunan dalam latihan.

Teknologi tersebut menggunakan pendekatan skeleton recognition AI yang dapat memetakan gerakan tubuh manusia secara tiga dimensi melalui rekaman video biasa.

Dengan teknologi itu, pengguna tidak memerlukan sensor yang dikenakan pada tubuh maupun studio motion capture khusus. Analisis gerak dapat dilakukan menggunakan kamera biasa dan pengolahan berbasis AI.

Pendekatan tersebut memungkinkan analisis gerak diterapkan di berbagai tempat, seperti lapangan olahraga, ruang latihan, maupun klinik. Penerapannya teknologi tersebut dapat membantu identifikasi bakat, peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, hingga pemantauan proses rehabilitasi.

Teknologi Human Motion Analytics merupakan bagian dari Fujitsu Uvance, portofolio teknologi Fujitsu yang mencakup berbagai sektor industri.

Alita juga berpartisipasi dalam program Uvance Partner, yakni program kemitraan strategis Fujitsu untuk mengembangkan peluang bisnis bersama di pasar masing-masing mitra.

"Indonesia menyimpan peluang besar bagi teknologi yang mendukung kesehatan, performa manusia, dan kualitas hidup," kata Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited Naoko Otsuka.

Fujitsu akan menjajaki penerapan teknologi dan keahliannya di Indonesia bersama Alita yang memiliki pemahaman terhadap pasar lokal serta pengalaman di bidang infrastruktur digital.

Kedua perusahaan akan mengidentifikasi prioritas penerapan teknologi serta menjajaki kerja sama dengan pemangku kepentingan di bidang olahraga, kesehatan, dan pendidikan. Kedua perusahaan juga akan mengevaluasi kebutuhan teknis dan komersial untuk implementasi teknologi tersebut di Indonesia.

Baca juga: AI ubah wajah industri olahraga China

Baca juga: Teknologi berdayakan pelatihan kebugaran di Kota Cesena, Italia

Baca juga: Drone hingga humanoid, teknologi dorong inovasi olahraga di China

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.