Jakarta -

Al Ghazali kini semakin serius mendalami dunia otomotif, khususnya olahraga drifting. Ketertarikan putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty terhadap dunia balap ternyata bukan hal baru, melainkan hobi yang sudah ia pupuk sejak duduk di bangku SMP.

Suami Alyssa Daguise itu menceritakan bagaimana dirinya mengawali hobi tersebut dengan melakukan aksi-aksi nekat menggunakan mobil keluarga. Pengalaman masa remaja itu kini telah berkembang menjadi jenjang karier profesional di lintasan balap.

"Ya kalau aku sendiri, aku suka otomotif sebenarnya dari kelas SMP. Dulu suka banget minjem mobil orang tua, minjem mobil nenek, jalan-jalan sampai tarik-tarik hand rem. Terus juga dulu di simpang empat patung juga iseng. Pokoknya yang jenis-jenis otomotif aku udah hobi dari dulu," kata Al Ghazali saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski olahraga ini terlihat berbahaya karena melibatkan mobil yang melaju dalam posisi miring dengan kecepatan tinggi, Al Ghazali menganggap drifting memiliki risiko cedera fisik yang lebih rendah dibandingkan balap dengan kecepatan tinggi. Menurutnya, risiko terbesar dalam drifting lebih banyak berdampak pada kerusakan kendaraan.

"Justru karena aku ngambil drift ini ya mungkin risikonya agak kurang parah daripada kita ngambil balap yang ngebut. Karena ini kan ngepot kan. Jadi mungkin risikonya lebih kecil. Paling nabrak, paling bodinya hancur. Aku pernah nabrak cuman ada roll bar juga yang nahan, paling memar dikit," terang Al Ghazali

Namun, perjalanan ayah satu anak itu di dunia drifting tak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kecelakaan cukup serius saat menjalani latihan yang disaksikan langsung oleh ibundanya, Maia Estianty, dan ayah sambungnya, Irwan Mussry.

Kejadian itu bermula dari rasa percaya diri yang berlebihan setelah Al Ghazali berhasil meraih podium pada malam sebelumnya.

Selain itu, ia juga sempat mengalami pengalaman buruk saat melakukan drifting pada malam hari. Kejadian tersebut terjadi karena mobil yang dikemudikannya memiliki pencahayaan yang kurang.

"Pernah lah nabrak gitu saat drift di sebuah daerah malam hari. Pernah nabrak atau bahkan tergelincir karena kurang pencahayaan, makanya aku mau pakai lampu dari Pro 7 biar terang," ucapnya.

Sepanjang kariernya sebagai pembalap pendatang baru, Al Ghazali sudah berhasil mengantongi prestasi di kelas New Gen dengan meraih podium kedua dan keempat.

Dedikasinya terhadap dunia balap kini juga dibuktikan dengan keputusannya mencari talenta-talenta baru, termasuk drifter perempuan, untuk memperkuat tim balapnya, Seven Speed, di kancah nasional maupun internasional.

(ahs/nu2)