Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat aktivitas vulkanologi Gunung Api Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, hingga saat ini masih dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan adanya peningkatan status.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukit Kaba, Edi Teguh Purnomo, saat dihubungi di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan dari hasil pemantauan terakhir hanya tercatat satu kali kejadian gempa tektonik lokal.

"Aktivitas Gunung Api Bukit Kaba sampai saat ini masih normal. Dari hasil pemantauan terakhir tercatat satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo sekitar 5,5 milimeter. Belum ada indikasi peningkatan aktivitas vulkanologi," kata Edi.

Baca juga: Gunung Kerinci aman, aktivitas didominasi gempa permukaan

Dia menjelaskan aktivitas erupsi maupun kenaikan status yang terjadi pada sejumlah gunung api lain di Indonesia tidak memberikan pengaruh terhadap kondisi Gunung Bukit Kaba.

Kendati demikian, kata dia, PGA Bukit Kaba terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan selama 24 jam guna mendeteksi setiap perubahan aktivitas yang mungkin terjadi.

Sementara itu Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba, Julian Adi Pratama, mengatakan hingga saat ini belum ada pembatasan maupun penutupan jalur pendakian di kawasan ekowisata tersebut.

"Untuk aktivitas pendakian sampai saat ini masih normal, belum ada pembatasan. Pendakian masih dibuka seperti biasa," kata Julian.

Para pendaki diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik secara prima, membawa perlengkapan standar pendakian dan logistik yang cukup, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.

Selain keselamatan pribadi, para pengunjung juga diminta ikut serta menjaga kelestarian ekosistem hutan Bukit Kaba, khususnya dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami mengimbau pengunjung tetap menjaga keselamatan, mengikuti aturan yang berlaku, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuat api unggun di tempat yang dilarang, serta membawa kembali sampah mereka," kata Julian.

Ia juga mengimbau pendaki agar tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan hal-hal yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.