asiawebawards.com
  • 2026-07-20 18:17:58 +0000 UTC

    Jul 20, 2026

    Akomodasi di Jepang Terbatas, KOI Perketat Syarat Cabor Mandiri

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi memperketat persyaratan keberangkatan bagi cabang olahraga jalur mandiri untuk Asian Games 2026.

    Langkah ini diambil guna merespons kompleksnya tantangan logistik dan terbatasnya fasilitas akomodasi di Aichi-Nagoya, Jepang.

    Pengetatan regulasi tersebut akan disepakati dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KOI bersama pengurus besar cabor di Kantor NOC Indonesia, Senin (20/7). Forum ini menjadi ajang koordinasi taktis demi memastikan seluruh kontingen Merah Putih mendapatkan pelayanan operasional yang aman dan terukur.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Pilihan Redaksi

    • Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina
    • Nahuel Molina, Penyebab Kerusuhan di Akhir Final Piala Dunia 2026
    • Reaksi Olmo soal Aksi Balik Badan Pemain Argentina: Kami Tidak Peduli

    Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengungkapkan panitia penyelenggara setempat (AINAGOC) terpaksa membagi fasilitas tempat tinggal kontingen ke dalam tiga jenis akomodasi berbeda karena keterbatasan ruang di hub utama.

    "Penempatan atlet itu dibagi dalam tiga bentuk. Ada Athlete Village, ada di cruise (kapal pesiar), dan juga dimanfaatkan hotel-hotel yang ada yang berdekatan ke setiap cabang olahraga. Tim CdM sekarang juga lagi men-sizing khususnya untuk strategi supporting akomodasi maupun transportasi," ujar Todotua.

    Todotua menjelaskan, pusat hunian utama kontingen berupa perkampungan atlet dengan model kontainer (containerized) yang terletak di Dermaga Taman Pelabuhan Nagoya.

    Menyadari lokasi penginapan yang terpencar jauh dari Tokyo hingga Aichi-Nagoya, pihaknya kini telah merancang mitigasi berlapis di lapangan.

    "Di situ nanti kita juga sudah menyiapkan layer-layer backup. Dan di mana nanti setiap venue akan bertanding, nanti itu kita juga akan menempatkan tim-tim CdM di situ, sehingga nanti apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan itu kita sudah ada back-upan di situ," kata Todotua.

    Sementara itu, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menegaskan situasi logistik di Jepang kali ini merupakan yang paling menantang sepanjang sejarah. Oleh sebab itu, pengajuan cabor mandiri harus dikaji secara ketat melalui indikator kesiapan logistik, akomodasi, serta rekomendasi tim review prestasi.

    Pria yang akrab disapa Okto itu mengingatkan agar cabor mandiri tidak memaksakan keberangkatan jika belum memiliki kepastian fasilitas di Jepang. Hal tersebut dinilai krusial demi menjaga nama baik delegasi Indonesia dan menghindari penumpukan massa tanpa arah.

    "Jangan sampai di sana jadi rombongan liar. Itu tantangannya akan begitu besar dan itu akan membawa nama Indonesia. Siapapun yang berangkat itu harus memastikan bahwa mereka bisa maksimal dan aman. Yang mau mandiri harus dipastikan di sana ada tempat tidur," tegas Okto.

    [Gambas:Video CNN]

    (afr/afr/rhr)

    Add

    as a preferred
    source on Google

    2026-07-20 18:17:58 +0000 UTC