Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:40 WIB

VIVA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membela Thom Haye yang mendapat kartu merah langsung saat menghadapi Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman menilai keputusan gelandang tersebut menghentikan serangan lawan merupakan tactical foul yang diperlukan.

Baca Juga

Thom Haye menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan dalam pertandingan Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin, (28/9/2026)
Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye diganjar kartu merah akibat melakukan tekel terhadap winger Malaysia, Arif Aiman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut membuat skuad Garuda tetap menjaga peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga

Namun, kartu merah tersebut membuat Thom Haye harus absen saat Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A di SUGBK, Kamis, (1/10/2026)

Absennya Thom menjadi kerugian bagi Herdman. Pemain Persib Bandung tersebut selama ini menjadi salah satu motor permainan Indonesia di lini tengah.

Baca Juga

Herdman mengungkapkan Thom sempat terpukul setelah pertandingan. Sang pemain merasa bersalah karena harus meninggalkan rekan-rekannya bermain dengan 10 orang.

"Ya, sulit. Maksud saya, Thom itu sangat bersemangat," ujar Herdman kepada awak media di Stadion STIK, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Meski demikian, Herdman tidak menyalahkan Thom. Sebaliknya, pelatih asal Inggris tersebut menilai keputusan melakukan pelanggaran untuk menghentikan laju Arif Aiman merupakan pilihan yang tepat dalam situasi tersebut.

"Dia memang orang yang penuh semangat dan begini, pada akhirnya dia melakukan pelanggaran teknis," kata Herdman.

"Kita tahu bahwa dia adalah seorang pemain sayap yang sangat hebat dan di momen-momen seperti itu, Anda harus menerima pelanggaran teknis," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herdman juga menilai tekel Thom terlihat lebih buruk setelah tayangan ulang VAR. Menurutnya, tidak ada niat dari Thom untuk mencederai Arif Aiman.

"Kaki dia hanya sedikit terlalu tinggi dan sekali lagi, begitu masuk ke VAR dan Anda memutar ulang rekaman itu, menghentikannya, memutar ulang lagi, dan menghentikannya lagi, itu selalu terlihat lebih buruk daripada aslinya," jelas Herdman.

Halaman Selanjutnya

"Tidak ada niat sama sekali dari Thom untuk melukai pemain itu."