Akhir perjalanan raja "triple-double" NBA
Dari Seattle menuju Oklahoma City, dari Houston hingga Sacramento, jejak Westbrook terbentang panjang. Dia datang sebagai pemain muda, tumbuh menjadi bintang, lalu pergi sebagai legenda statistik.
Jakarta (ANTARA) - Russell Westbrook menutup perjalanan panjangnya di NBA setelah 18 musim yang penuh energi, rekor, penghargaan, dan aksi spektakuler.
Sang pengatur serangan alias point guard asal Amerika Serikat (AS) itu resmi mengumumkan pensiun pada Kamis, dengan meninggalkan panggung sebagai pemegang rekor triple-double terbanyak sepanjang sejarah liga.
Dalam regulasi NBA, kategori statistik dalam satu pertandingan adalah perolehan poin, rebound, assist, steal, dan blok.
Awal karier
Pebasket yang lahir pada 12 November 1988 dengan nama lengkap Russell Westbrook III itu tumbuh menjadi salah satu point guard paling eksplosif yang pernah menghiasi kompetisi bola basket profesional kasta tertinggi di dunia atau NBA.
Dengan tinggi 1,93 meter, Westbrook mengandalkan kecepatan, tenaga, keberanian menembus pertahanan, serta kemampuan membaca permainan untuk berkembang dari pemain muda menjadi bintang utama NBA.
Perjalanannya menuju NBA dimulai dari University of California Los Angeles (UCLA). Setelah menjalani dua musim di level perguruan tinggi, dia masuk NBA Draft 2008 dan dipilih pada urutan keempat oleh Seattle SuperSonics.
Tidak lama setelah itu, franchise tersebut berpindah ke Oklahoma City dan berganti nama menjadi Oklahoma City Thunder.
Westbrook kemudian menghabiskan 11 musim pertama kariernya bersama Thunder. Dari Oklahoma City, dia membangun reputasi sebagai guard dengan mesin tanpa henti, agresif menyerang ring, aktif mengejar bola pantul (rebound), sekaligus tajam mengirim umpan kepada rekan setim.
Permainannya yang bertenaga membuat Westbrook bukan sekadar pengatur serangan, tetapi juga motor permainan tim. Pada fase awal karier, Westbrook berkembang berdampingan dengan megabintang NBA lainnya, Kevin Durant.
Keduanya menjadi bagian penting dari generasi muda Thunder yang membawa Oklahoma City menuju panggung terbesar NBA. Pada musim 2011-2012, Thunder mencapai NBA Finals sebelum akhirnya kalah dari Miami Heat dalam final berformat best-of-five.
Westbrook terus tumbuh menjadi pemain utama. Setelah Durant meninggalkan Oklahoma City pada 2016, peran Westbrook semakin besar. Berdasarkan statistik NBA, dia kemudian tampil sebagai pusat permainan Thunder, menguasai bola, menciptakan peluang, mencetak angka, dan mengumpulkan rebound dengan frekuensi yang jarang dilakukan seorang point guard.
Musim 2016-2017 menjadi titik balik sekaligus puncak awal karier Westbrook. Dia membukukan 42 triple-double dalam semusim yang hingga kini rekor tersebut masih bertahan di NBA. Pada musim itu dia juga memenangi penghargaan pemain terbaik (MVP) NBA. Dia bahkan menjadi pemain pertama sejak Oscar Robertson yang menyelesaikan musim dengan rata-rata triple-double.
Ritme permainan Westbrook kala itu begitu cepat, kuat, dan menggigit. Dia berlari dalam transisi, menyerang dengan tenaga penuh, lalu menutup serangan dengan layup, dunk, atau umpan matang.
Ketika pertandingan berjalan ketat, Westbrook kerap tampil sebagai pemain yang mengambil inisiatif, mengubah tempo, dan menghidupkan atmosfer.
Seiring waktu, triple-double menjadi identitas yang melekat kuat dalam namanya. Namun, catatan tersebut tidak lahir hanya dari kemampuan mencetak angka. Westbrook juga dikenal karena keberaniannya mengejar rebound dan ketekunannya mengalirkan bola. Kombinasi itu menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah NBA.
Baca juga: Russell Westbrook pensiun setelah 18 musim berkarier di NBA
Baca juga: Klub-klub NBA ucapkan selamat pensiun kepada Russell Westbrook
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.