Sorong (ANTARA) - AirNav Indonesia Cabang Sorong menyebut kabut asap yang terjadi selama dua hari terakhir telah mengganggu sejumlah penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya.
Manajer Operasi Tower 1 AirNav Indonesia Cabang Sorong Hery Purnomo di Sorong, Selasa, mengatakan gangguan terutama terjadi pada pagi hari ketika jarak pandang menurun hingga sekitar 2.000 meter berdasarkan laporan meteorologi.
"Dampaknya kemarin pagi ada tiga pesawat yang tidak bisa masuk ke Sorong, dua divert ke Biak dan satu divert ke Ambon," katanya.
Ia menjelaskan kondisi serupa kembali terjadi pada Selasa pagi. Kabut asap yang dinilai lebih pekat menyebabkan dua penerbangan rute Jakarta-Sorong, yakni Garuda Indonesia dan Batik Air, tidak dapat mendarat di Bandara DEO.
"Kedua penerbangan itu tidak bisa masuk ke Sorong dan memutuskan divert ke Ambon," ujarnya.
Menurut Hery, kondisi jarak pandang kemudian membaik pada siang hari hingga sekitar 3.000 meter. Pesawat yang sebelumnya dialihkan ke Ambon selanjutnya dapat melanjutkan penerbangan menuju Sorong.
"Teman-teman bisa melihat, tadi pesawat Batik, Garuda dan TransNusa dari Manado sudah bisa mendarat di Sorong," katanya.
Selain penerbangan menuju Sorong, kabut asap juga berdampak terhadap penerbangan dari Sorong menuju Manokwari.
Hery mengatakan salah satu penerbangan Lion Air 940 dengan rute Makassar-Sorong-Manokwari-Jayapura masih tertahan di Sorong karena menunggu kondisi cuaca di Manokwari.
"Manokwari juga terdampak dua hari ini. Hari ini lebih parah lagi, visibility-nya 1.500 sampai 2.000 meter," katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat penerbangan menuju Manokwari belum dapat dilakukan karena jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan yang ditetapkan.
Hery menambahkan kabut asap tidak hanya menyebabkan pengalihan penerbangan, tetapi juga keterlambatan jadwal penerbangan.
"Yang jelas dengan kabut asap ini jadwal penerbangan ada yang terganggu, yang jelas ter-delay," ujarnya.
AirNav Indonesia, kata dia, terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang berdasarkan informasi dari BMKG sebagai dasar dalam memberikan pelayanan navigasi penerbangan.
"Kami sebagai operator yang memberikan pelayanan navigasi penerbangan menggunakan prediksi dari BMKG," katanya.
Ia berharap kondisi jarak pandang, khususnya pada pagi hari, dapat segera membaik sehingga operasional penerbangan di Bandara DEO Sorong kembali berjalan normal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AirNav Sorong: Kabut asap ganggu sejumlah penerbangan selama dua hari
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.