Setelah memastikan penerbangan tersebut aman, Anthonius berupaya menyelamatkan diri dari menara ATC yang terdampak gempa. Ia mengalami luka berat dan meninggal dunia pada 29 September 2018

Jakarta (ANTARA) - AirNav Indonesia menegaskan pengabdian Anthonius Gunawan Agung menjadi teladan bagi pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) untuk terus mengutamakan profesionalisme, disiplin, serta menjamin keselamatan penerbangan di seluruh Indonesia.

Direktur Utama AirNav Indonesia Avirianto Suratno mengatakan pada 28 September 2018, saat gempa mengguncang Palu, Anthonius tetap menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kepada penerbangan Batik Air ID 6231 tujuan Makassar hingga pesawat tersebut lepas landas dengan selamat.

"Setelah memastikan penerbangan tersebut aman, Anthonius berupaya menyelamatkan diri dari menara ATC yang terdampak gempa. Ia mengalami luka berat dan meninggal dunia pada 29 September 2018," kata Avirianto terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Pada hari ini, 29 September 2026, Indonesia memperingati Hari Bakti Air Traffic Controller (ATC) sebagai bentuk penghormatan kepada Anthonius Gunawan Agung, personel pemandu lalu lintas udara AirNav Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas dalam peristiwa gempa Palu pada 2018.

Anthonius merupakan personel ATC AirNav Indonesia yang bertugas di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu.

Ia mengatakan penghormatan kepada Anthonius merupakan bagian dari upaya menjaga nilai pengabdian yang menjadi fondasi profesi ATC.

Menurut dia, apa yang dilakukan Anthonius merupakan bagian dari sejarah pelayanan navigasi penerbangan Indonesia.

Baca juga: AirNav revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta untuk dukung ekonomi lokal

Baca juga: AirNav-CAAS perkuat layanan lintas FIR lewat pertukaran data ADS-B

"Pengabdian beliau mengingatkan kita profesi ATC memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penerbangan. Nilai itulah yang harus terus kita jaga dan diteruskan,” ujar Avirianto.

Lebih lanjut dia mengatakan peringatan Hari Bakti ATC 2026 mengusung tema “Mengenang Pengabdian, Melanjutkan Dedikasi.”

Tema tersebut, kata Avirianto, merefleksikan komitmen insan navigasi penerbangan untuk meneruskan nilai profesionalisme, dedikasi dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan navigasi penerbangan.

Pengabdian Anthonius juga mendapat penghormatan dari pemerintah. Kementerian Perhubungan menganugerahkan penghargaan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada almarhum sebagai tanda penghargaan bidang perhubungan udara atas jasa dan pengabdiannya.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap jasa dan pengabdian di bidang perhubungan udara. Sebagai bentuk penghormatan lainnya, Anthonius dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada peringatan Hari Bakti ATC 2026, jajaran AirNav Indonesia kembali melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Anthonius.

Bagi AirNav Indonesia, Hari Bakti ATC tidak berhenti pada penghormatan terhadap sejarah. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa nilai pengabdian harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari melalui kompetensi, profesionalisme, disiplin dan kualitas pelayanan.

“Tugas kita hari ini adalah melanjutkan nilai-nilai dalam pengabdian almarhum Anthonius. Kita terus memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan agar keselamatan penerbangan tetap terjaga di seluruh ruang udara Indonesia,” katanya.

Avirianto menambahkan Hari Bakti ATC 2026 menjadi momentum bagi seluruh insan AirNav Indonesia untuk terus memberikan pelayanan navigasi penerbangan yang profesional dan andal, sekaligus menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan tugas bagi konektivitas penerbangan Indonesia.

Baca juga: AirNav Indonesia buka rekrutmen karyawan untuk tujuh posisi

Baca juga: AirNav dan Boeing optimasi kapasitas Bandara Ngurah Rai Bali

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.