Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, ketahanan air menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pengelolaan air harus dipandang sebagai investasi strategis yang menopang pangan, kesehatan, iklim, energi, dan aktivitas ekonomi.

Agus menilai, pemerintah perlu mengelola air secara terintegrasi mulai dari daerah aliran sungai, waduk, irigasi, instalasi pengolahan, rumah tangga, hingga pengelolaan air limbah.

"Ketahanan air merupakan bagian dari ketahanan ekonomi. Air mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, dan semakin penting bagi ketahanan energi,” ujar Agus dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Agus mengatakan, investasi sektor air tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan bendungan, waduk, jaringan pipa, dan fasilitas pengolahan. Pemerintah juga perlu memperkuat daerah aliran sungai, penyimpanan air baku, irigasi modern, air minum, sanitasi, drainase, pengendalian banjir, perlindungan pesisir, serta solusi berbasis alam.

Menurut Agus, pencemaran sungai dari rumah tangga dan industri serta sedimentasi telah meningkatkan tekanan terhadap sistem air, terutama di kota-kota besar. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko banjir ketika kapasitas sungai menurun.

"Waktu terbaik untuk membersihkan sungai kita adalah 50 tahun lalu. Namun, waktu terbaik kedua adalah sekarang. Hari ini,” kata Agus.

Agus juga menyoroti ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, erosi pesisir, dan kenaikan permukaan laut di Pantai Utara Jawa atau Pantura. Pemerintah, kata dia, menempatkan perlindungan Pantura sebagai prioritas strategis nasional melalui rencana pembangunan tanggul laut raksasa dan sistem perlindungan pesisir sepanjang sekitar 575 kilometer.