Ahmad Nausrau: HAN 2026 momentum perkuat perlindungan anak - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat perlindungan terhadap anak guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
"Anak adalah aset masa depan bangsa dan pelanjut estafet kepemimpinan. Di pundak merekalah kita menitipkan harapan tentang masa depan negeri ini, termasuk masa depan Papua Barat Daya," kata Ahmad Nausrau pada peringatan ke -42 Hari Anak Nasional yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya di kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong, Kamis.
Peringatan HAN 2026 diikuti ratusan pelajar tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-Kota Sorong. Kegiatan diawali dengan jalan santai mengelilingi kawasan Pantai Reklamasi dan dilanjutkan dengan senam anak sehat.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Papua Barat Daya Orpa Susana Kambu, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya Ida Priyani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Menurut dia, perlindungan anak harus diwujudkan melalui komitmen bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Karena, kata dia, setiap anak berhak memperoleh rasa aman serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perundungan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Mereka harus terbebas dari intimidasi, ancaman, kekerasan, dan bullying. Itu menjadi prasyarat agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas," ujarnya.
Ia menjelaskan penguatan perlindungan anak sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat Daya melalui tiga prioritas percepatan pembangunan Papua, yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
Melalui Papua Sehat, pemerintah berupaya memastikan setiap anak tumbuh dengan kondisi kesehatan yang baik, bebas dari stunting, gizi buruk, polio, maupun penyakit lainnya.
Selanjutnya, melalui Papua Cerdas, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan yang berkualitas hingga ke wilayah pelosok agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
"Kalau Papua Cerdas bisa kita wujudkan, maka anak-anak kita akan memiliki bekal untuk melanjutkan pembangunan daerah," katanya.
Ia menambahkan konsep Papua Produktif diarahkan untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kembali membangun daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
"Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Harapan itu kita titipkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus," ujarnya.
Ahmad berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) telah menjalin kerja sama dengan UNICEF dan sejumlah mitra pembangunan untuk memperkuat sistem perlindungan anak sebagai upaya menekan angka kekerasan terhadap anak dan mencegah perkawinan usia dini di daerah itu.
Data UNICEF menunjukkan terdapat 202 kasus kekerasan terhadap anak dengan 212 korban di Papua Barat Daya selama periode 2021 hingga 2025.
Sementara itu, data Dinas Sosial P3A Papua Barat Daya mencatat pada 2025 terjadi 124 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk 38 kasus kekerasan seksual.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.