AFC Kecewa Berat FIFA Niat Jual Saham Piala Dunia ke Swasta
Jakarta, CNN Indonesia --
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan kekecewaan terhadap FIFA atas rencana penjualan saham Piala Dunia ke pihak swasta.
Dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Reuters, AFC menegaskan inisiatif FIFA harus didasari prinsip-prinsip integritas sebagai badan sepak bola dunia. AFC menilai rencana ini keluar permukaan sebelum melewati diskusi komprehensif.
"Inisiatif seperti ini seharusnya dibentuk atas prinsip tata kelola baik, transparan, dan [berasal dari] konsultasi yang berarti."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Janice Tjen Lolos Semifinal Washington Open 2026
- Singapura Bisa Rusak Skenario Indonesia-Vietnam ke Semifinal?
- Bintang Voli Korea Sambut Kembalinya Megawati ke Liga Voli Korea
"Keputusan yang dapat mengubah masa depan komersial dan finansial olahraga ini memerlukan keterlibatan menyeluruh lebih dulu dengan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan terkait sebelum apapun usulan yang diajukan kepada badan pengambil keputusan yang berwenang," tulis pernyataan AFC.
Sebelumnya, pernyataan kontra juga disampaikan oleh konfederasi lain. Dari sisi Eropa, UEFA paling keras memberi kritik terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino tersebut.
"Ini melanggar batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola. UEFA menanggapinya dengan sangat serius," tulis UEFA.
"Begitu pula setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini."
Di satu sisi, pihak FIFA justru memberi ultimatum kepada asosiasi anggota untuk mendukung rencana penjualan saham itu. Jika tak sejalan, maka anggota termasuk PSSI bisa kehilangan potensi kucuran dana total US$40 juta atau Rp723 miliar dari saham yang dilepas ke swasta tersebut.
"Kesempatan pendanaan yang istimewa hanya untuk anggota asosiasi yang berharap berpartisipasi [memberi dukungan], dengan keputusan mereka harus dibuat pada 19 September 2026 sehingga kami bisa memaparkan rencana ke depan dan dana tersebut akan segera tersedia pada 1 Januari 2027," tulis Infantino dalam suratnya kepada 211 negara anggota FIFA.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/ikw/jun)