AC Milan-nya Ruben Amorim Belum Punya Identitas
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9318172/original/037978300_1786088311-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_14.33.58.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - AC Milan kalah 0-3 dari Chelsea pada laga persahabatan pramusim ketiga. Hasil tersebut membuat Ruben Amorim menghadapi pekerjaan besar sebelum musim 2026/2027 dimulai.
Gazzetta dello Sport menilai Milan seharusnya bisa meraih hasil lebih baik dari tur di Australia dan Indonesia. Kekalahan dari Chelsea justru memperlihatkan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.
Lorenzo Torriani harus melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah kekalahan lebih besar. Milan juga beruntung karena sejumlah peluang Chelsea membentur tiang.
Masalah Rossoneri bukan hanya soal hasil. Permainan mereka juga belum memperlihatkan identitas yang jelas, terutama ketika membangun serangan dan menerapkan tekanan tinggi.
Amorim Masih Mencari Formula
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9319231/original/036972500_1786201937-0L5A4884.jpg)
Perbesar
Amorim telah memberikan kesempatan kepada hampir seluruh pemain selama pramusim. Kini, pelatih asal Portugal itu perlu menentukan pemain yang benar-benar sesuai dengan rencananya.
Sejumlah pemain internasional bergabung terlambat, sementara beberapa pemain penting masih cedera. Kondisi tersebut membuat Amorim belum dapat menurunkan komposisi terbaik.
Saat melawan Chelsea, Amorim bahkan menurunkan dua tim yang seimbang untuk mengevaluasi seluruh pemain. Pendekatan itu membantu proses seleksi, tetapi membuat penerapan taktik berjalan lebih lambat.
Milan kini harus merampingkan skuad dan mengambil keputusan penting. Amorim membutuhkan kelompok pemain yang lebih jelas sebelum menghadapi laga pembuka melawan Torino.
Tekanan Tinggi Jadi Masalah
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9319229/original/011786400_1786201936-033A5192.jpg)
Perbesar
Milan mencoba menerapkan tekanan tinggi sesuai prinsip permainan Amorim. Namun, pendekatan agresif tersebut justru membuka ruang besar yang dapat dimanfaatkan lawan.
Rossoneri juga kesulitan menguasai bola meski memiliki Luka Modric di lini tengah. Ketika membangun serangan dari belakang, permainan Milan terlihat minim kreativitas.
Rafael Leao belum mampu memberikan pengaruh besar dalam pertandingan tersebut. Milan bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, sedangkan Goncalo Ramos gagal mengubah situasi setelah masuk.
Kekalahan dari Chelsea memang bukan tragedi karena berstatus laga uji coba. Namun, Milan membutuhkan perubahan signifikan agar tampil lebih siap dan memiliki identitas jelas ketika musim baru dimulai.
Sumber: SempreMilan
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Tempat Menonton Moto3 Inggris 2026 di Silverstone