AC Milan dan Chelsea Bakal ke Indonesia, Rossoneri Tak Mau Jauh dari Dapur Makanan
Zainal Hasan
| 28 Juli 2026, 17:19 WIB

CEO Ninesport (baju putih) Arief Wicaksono bersama Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam sesi konfrensi pers jelang laga Chelsea vs AC Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). AKURAT.CO/Zainal Hasan
AKURAT.CO, Dua tim raksasa Eropa, Chelsea dan AC Milan, bakal menyambangi Indonesia. Keduanya akan melakukan rangkaian tur pramusim bertajuk Indonesia Super Cup 2026 yang bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 8 Agustus mendatang.
Kedatangan dua tim Eropa ini tentu menimbulkan pertanyaan soal permintaan apa saja yang diajukan baik dari Chelsea maupun AC Milan. Diutarakan CEO Ninesport selaku promotor, Arif Putra Wicaksono, bahwa setiap klub memiliki standar pelayanan atau riders yang berbeda.
Arif mengatakan penyusunan riders menjadi salah satu hal yang menarik dalam setiap penyelenggaraan agenda klub internasional. Perbedaan tersebut terlihat jelas antara klub-klub Eropa, tim Asia, hingga klub Eropa dengan level yang berbeda.
Ia menyebut Chelsea dan AC Milan memberikan pengalaman tersendiri selama nantinya akan di Indonesia. Kedua klub tersebut memiliki standar yang tidak sama dalam berbagai aspek pelayanan.
https://akurat.co/bola/865612/bursa-transfer-ruben-amorim-setuju-latih-ac-milan-marc-cucurella-rekrutan-pertama-jose-mourinho
"Riders pertama kali kita buat itu jadi suatu hal yang unik buat kita. Terus juga perbedaannya cukup signifikan antara tim Eropa atau tim Asia atau bahkan tim Eropa kelas menengah dengan tim Eropa papan atas," ucap Arief dalam swai konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Arif menjelaskan bahwa Chelsea menerapkan standar operasional yang berbeda dibandingkan AC Milan. Sementara itu, klub asal Italia tersebut memberikan perhatian besar terhadap aspek konsumsi pemain.
"Sejauh ini kedua klub ini juga memberikan pengalaman yang sangat unik buat kita. Chelsea punya standarisasi yang beda," kata Arief.
Ia mengungkapkan AC Milan memiliki standar tinggi terkait penyajian makanan. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi adalah jarak dapur dengan ruang makan pemain.
"Kalau Milan itu dia punya standarisasi yang cukup tinggi dari segi makanan. Dia enggak mau dapurnya itu lebih jauh sepuluh meter dari tempat makan mereka," kata pria berkepala plontos ini.
Menurut Arif, ketentuan tersebut diterapkan agar makanan dapat disajikan dalam kondisi terbaik. Faktor waktu penyajian menjadi perhatian utama bagi klub berjuluk Rossoneri tersebut.
"Jadi kedaluwarsa saji itu menjadi suatu hal yang penting," kata Arif.
Arif menilai perhatian AC Milan terhadap kualitas makanan menunjukkan besarnya perhatian klub terhadap kebutuhan para pemain. Pengalaman itu juga memberikan gambaran mengenai budaya kuliner Italia.
"Mungkin juga kita jadi ngeuh kenapa masakan Italia sangat terkenal di dunia karena bahkan pemain-pemain bolanya aja untuk makanan tuh mereka benar-benar mikirin makanan yang proper," katanya.