Lufaefi
| 6 September 2026, 09:41 WIB

Gunung Sinabung mengeluarkan kolom abu vulkanik saat mengalami erupsi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. - (geologi.esdm.go.id)
AKURAT.CO Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sejumlah wilayah Jakarta. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang terbawa angin dapat masuk ke saluran pernapasan, mengenai mata, hingga menempel pada kulit. Dampaknya bisa lebih terasa bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK.
Paparan abu dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, pilek, sesak napas hingga mengi. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah ketika abu masih beterbangan.
Mata juga perlu mendapat perhatian. Partikel abu yang tajam dapat menyebabkan mata merah, gatal, berair, atau terasa seperti kemasukan benda asing. Jika abu masuk ke mata, hindari menguceknya karena gesekan dapat memperparah iritasi.
Kulit yang terkena abu juga bisa mengalami gatal, kemerahan, ruam atau rasa perih. Setelah beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan segera membersihkan bagian tubuh yang terpapar.
Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Ini Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik
Paparan dalam jangka panjang juga perlu diwaspadai. Kandungan silika dalam abu vulkanik dapat berisiko terhadap kesehatan paru-paru apabila seseorang terpapar dalam waktu lama.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat dapat menggunakan masker, terutama N95 atau masker medis, ketika harus keluar rumah. Kacamata pelindung juga dapat membantu mencegah abu masuk ke mata.
Di dalam rumah, pintu, jendela dan ventilasi sebaiknya ditutup selama abu masih menyebar. Jika abu menempel di permukaan rumah, basahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar partikelnya tidak kembali beterbangan.
Bagi pengguna lensa kontak, penggunaan sementara sebaiknya dihentikan ketika kondisi udara dipenuhi abu. Jika muncul sesak napas, gangguan mata atau keluhan kesehatan lain setelah terpapar abu, segera mencari pertolongan medis.
Erupsi gunung tidak selalu bisa dikendalikan, tetapi paparan abunya dapat dikurangi. Dengan langkah sederhana dan kewaspadaan, masyarakat dapat tetap beraktivitas sambil menjaga kesehatan di tengah sebaran abu vulkanik.
Sumber: Berbagai Sumber.