99 Jenazah Warga Gaza Korban Genosida Ditemukan dalam Satu Rumah |Republika Online
Petugas Kementerian Kesehatan Palestina mempersiapkan jenazah untuk pemakaman massal di kamp Rafah, selatan Jalur Gaza, Selasa (30/1/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tim penyelamat darurat Palestina telah mengevakuasi jenazah 99 warga Palestina pada Senin (27/7/2026). Nyaris seratus syuhada itu dievakuasi dari dari bawah reruntuhan satu rumah saja di Kota Gaza.
Dilansir Palestine Chronicle, hal ini menyoroti besarnya korban jiwa akibat genosida yang terus dilakukan Israel serta ribuan orang yang masih terkubur di bawah bangunan-bangunan runtuh di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Jenazah-jenazah tersebut dievakuasi pada Senin dari sebuah rumah milik keluarga Abu Sharia dan Al-Hassayna di kawasan Sabra, sebelah selatan Kota Gaza.
Menurut tim penyelamat, rumah tersebut hancur akibat serangkaian serangan udara Israel yang dilancarkan pada berbagai tahap genosida, termasuk serangan pada bulan Oktober 2023 dan serangan lainnya pada 7 Juni 2025.
Pemboman yang berulang kali terjadi itu menewaskan puluhan anggota kedua keluarga tersebut, sementara banyak korban tetap terjebak di bawah reruntuhan bangunan hingga tim evakuasi akhirnya berhasil mengangkat jenazah mereka.
Petugas penyelamat mengatakan operasi pencarian dan pemulihan terus dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit, mengingat besarnya skala kerusakan dan kurangnya alat berat dan peralatan khusus yang diperlukan untuk menghilangkan puing-puing dengan aman.
Seluruh lingkungan di Gaza masih menjadi puing-puing, sehingga banyak bangunan yang hancur tidak dapat diakses berbulan-bulan—dan dalam beberapa kasus bertahun-tahun—setelah terkena dampak.
Kru darurat mengatakan kurangnya sumber daya telah memperlambat upaya pemulihan korban dan memberikan jawaban kepada keluarga yang masih mencari kerabatnya yang hilang. Menurut data resmi Palestina, sekitar 8.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Banyak dari jenazah tersebut belum dapat dievakuasi karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau lokasi-lokasi yang rusak parah atau karena keterbatasan peralatan yang diperlukan untuk melakukan operasi penggalian berskala besar.
Petugas darurat telah berulang kali menyerukan bantuan internasional untuk memperkuat upaya pencarian dan evakuasi, seraya memperingatkan bahwa ribuan keluarga masih terus menantikan jenazah orang-orang terkasih mereka.